Berita

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan/Net

Politik

Di Rakernas MPKSDI Muhammadiyah, Zulhas Ajak Semua Elemen Kolaborasi Hadapi Dinamika Global

JUMAT, 28 JULI 2023 | 17:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia dan dunia sedang menghadapi dinamika dan tantangan yang kompleks, mulai dari krisis pangan, energi, keuangan, hingga geopolitik. Semua itu harus diatasi secara bersama-sama.

Begitu pesan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) yang digelar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Kamis (27/7) di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, tantangan tersebut dapat kita atasi bersama dengan kata kunci, yaitu kerja sama dan kolaborasi,” kata Mendag Zulkifli Hasan.


Ekonomi Indonesia, sambungnya, telah melanjutkan tren pemulihan. Pada Triwulan I 2023, ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,03 persen.

Pada Juni 2023, inflasi juga sudah berada di bawah 4 persen, yaitu 3,5 persen. Angka ini relatif rendah dibandingkan negara lain seperti Turki (38,2 persen) dan Uni Eropa (5,5 persen).

Neraca perdagangan Indonesia juga tetap mempertahankan tren surplus sejak Mei 2020. Pada Januari hingga Mei 2023, nilai surplus mencapai 16,48 miliar dolar AS.

Capaian positif dari sisi ekonomi dan perdagangan ini menjadi modal dasar yang kuat untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 yang hanya tinggal 22 tahun lagi.

Di tahun 2045, Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita di atas USD 30 ribu atau peringkat ke-5 di dunia.

“Kepemimpinan dan pengaruh Indonesia di dunia internasional juga meningkat, termasuk dalam lima besar Global Power Index,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

Kini, lanjutnya, Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dalam mendukung pelaksanaan Visi Indonesia Emas 2045, yaitu mewujudkan Indonesia sebagai "Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan".

Dalam RPJPN tersebut nantinya akan terdapat 17 arah pembangunan, 8 agenda/misi pembangunan, dan 45 indikator utama pembangunan Indonesia. Seluruhnya berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

Penentuan visi 2045 juga berlandaskan pada kekuatan modal dasar yang dimiliki Indonesia, meliputi kependudukan, modal manusia, modal sosial budaya, kekayaan alam, kekuatan maritim, perkembangan megatren global, dan pencapaian pembangunan periode sebelumnya.

“Untuk itu, tiga hal pokok yang menjadi sangat penting bagi pembangunan Indonesia ke depan adalah stabilitas bangsa yang terjaga, keberlanjutan dan kesinambungan, serta sumber daya manusia yang berkualitas,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

Terakhir, Ketua Umum PAN itu mengucapkan selamat atas Rakernas MPKSDI PP Muhammadiyah yang menyelenggarakan Dialog Kebangsaan. Dia berharap melalui dialog kebangsaan ini generasi muda Muhammadiyah semakin menyadari pentingnya menjaga persatuan bangsa di tahun politik untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu Indonesia Emas 2045.

“Saya berharap Muhammadiyah bisa menjadi sinar, menjadi pelopor untuk memberikan inspirasi kepada bangsa ini, serta memberikan peran yang lebih besar untuk kemajuan Indonesia,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya