Berita

Airlangga Hartarto dan Erick Thohir/Net

Politik

Sulit Muncul Nama Lain, Poros Keempat Paling Mungkin Duetkan Airlangga-Erick

JUMAT, 28 JULI 2023 | 15:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) tidak perlu memikirkan ambang batas pencalonan atau presidential threshold jika serius membentuk poros keempat.

Pasalnya pada Pemilu 2019, Golkar mendapat 85 kursi dan PAN 44 kursi. Jika digabung, keduanya sudah mempunyai 129 kursi, lebih dari syarat minimal 115 kursi. Maka, membentuk poros koalisi keempat menjadi sebuah keniscayaan.

"Sekarang tergantung kesepakatan kedua partai ini untuk bikin poros keempat atau tidak. Termasuk soal siapa capres dan cawapresnya yang akan mereka usung," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/7).


Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu menegaskan, sesuai dengan Munas Partai Golkar memutuskan Airlangga Hartarto sebagai capres. Sementara PAN harga mati menyodorkan Menteri badan usaha milik negara (BUMN) Erick thohir.

Dengan demikian, jika poros keempat benar-benar terwujud maka besar kemungkinan Airlangga Hartarto akan diusung menjadi Capres dan Erick Thohir sebagai pendampingnya.

"Di luar itu, sulit rasa-rasanya ada nama lain," ungkap Adi Prayitno.

Golkar, PAN dan PPP saat ini telah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Namun belakangan PPP memutuskan mendukung Ganjar Pranowo yang notabene bakal Capres PDIP.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya