Berita

Pesawat Hercules C-130J milik Amerika Serikat/Net

Dunia

Perkuat Pertahanan, Australia Borong 20 Pesawat Hercules AS Senilai Rp 97 Triliun

SELASA, 25 JULI 2023 | 04:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sebagai bagian dari upaya memperkuat armada Angkatan Udara, Australia mengumumkan rencana pembelian 20 pesawat Hercules C-130J buatan Amerika Serikat (AS) pada Senin (24/7).

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyatakan bahwa kesepakatan tersebut bernilai 6,5 miliar dolar (Rp 97 triliun), untuk menggantikan serta memperluas armada 12 pesawat Hercules yang saat ini digunakan.

"Pesawat-pesawat Hercules C-130J baru ini akan memiliki peran penting dalam mendukung operasi kemanusiaan, misi pencarian dan penyelamatan, bantuan bencana alam, serta evakuasi medis," kata kantor Menteri Pertahanan dalam pernyataannya.


Mengutip La Prensa Latina,  armada tersebut juga nantinya akan dikerahkan dalam operasi pertahanan dan penjaga perdamaian baik di kawasan Australia maupun di tingkat global, seperti yang telah terjadi selama beberapa dekade terakhir dalam konflik di Irak dan Afghanistan.

Rencana pembelian pesawat ini diumumkan beberapa hari sebelum kedatangan perwakilan senior AS ke Australia untuk pertemuan tingkat menteri tahunan, di mana Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dijadwalkan akan bertemu dengan pejabat Australia di kota Brisbane pada akhir pekan ini.

Selain itu, pengumuman pembelian pesawat Hercules ini juga bertepatan dengan pelaksanaan latihan militer dua tahunan "Talisman Saber" antara AS dan Australia, yang melibatkan lebih dari 30.000 tentara dari 11 negara, termasuk Jerman, Prancis, dan Jepang sebagai tamu.

Menteri Pertahanan Australia dan Menteri Luar Negeri akan memanfaatkan kunjungan mereka ke negara itu untuk menyaksikan salah satu latihan simulasi pertempuran di Australia utara, yang bertujuan untuk memperlihatkan persatuan dalam menghadapi ekspansi China yang lebih tegas di kawasan Indo-Pasifik yang strategis, yang secara tradisional terkait dengan AS dan Australia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya