Berita

Ilustrasi/Net

Global

Pemerintah Gambia Ungkap Hasil Penyelidikan yang Sebabkan Kematian Puluhan Anak-anak

SABTU, 22 JULI 2023 | 22:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gugus tugas pemerintah Gambia mengungkapkan hasil investigasi mereka mengenai kematian sedikitnya 70 anak di negaranya tahun lalu yang disebabkan oleh gagal ginjal.

Menurut Menteri Kesehatan Gambia Ahmadou Lamin Samateh, empat sirup obat batuk yang diimpor dari India dikonfirmasi sebagai penyebab dari insiden tersebut.

Dalam konferensi pers, Menteri Samateh menegaskan adanya kegagalan dalam pemeriksaan peraturan dan impor obat, yang dimulai dengan produk yang tidak terdaftar di Badan Kontrol Medis (MCA) negara tersebut.


"Atas kesalahan tersebut, Kepala MCA telah diberhentikan karena kelalaiannya yang menyebabkan insiden itu terjadi," kata Menteri Samateh.

Selain Kepala MCA, apoteker pengawas, yang mengizinkan impor obat tanpa pemeriksaan latar belakang yang memadai juga disalahkan dalam penyelidikan tersebut.

Mengutip Alarabiya, Sabtu (22/7), pada September tahun lalu, Gambia mengeluarkan perintah penarikan kembali beberapa obat batuk dan pilek, serta produk dari perusahaan India Maiden Pharmaceuticals yang dipercaya sebagai sumber sirup obat batuk palsu yang berbahaya.

Dalam tes di laboratorium WHO, mereka menemukan jumlah kandungan yang tidak dapat diterima dari zat dietilen glikol dan etilen glikol beracun yang biasanya digunakan sebagai antibeku dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal akut hingga berakibat fatal jika tertelan.

Saat ini, pemerintah Gambia sendiri sedang mempertimbangkan kemungkinan mengambil tindakan hukum terhadap produsen obat-obatan India untuk memperjuangkan kompensasi bagi para korban.

Setelah penyelidikan ini, Gugus Tugas Gambia telah mendesak pendirian laboratorium kontrol kualitas yang mendukung WHO untuk menguji semua obat yang diimpor ke negara tersebut.

Samateh juga merekomendasikan perbaikan sistem medis di negaranya, salah satunya dengan mendirikan sekolah farmasi dan peraturan yang lebih ketat tentang obat-obatan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya