Berita

Pasukan Ukraina membongkar rudal Stinger yang dipasok AS di Bandara Boryspol di Kiev/Net

Dunia

Terungkap, Bantuan Militer AS untuk Ukraina Banyak yang Jatuh ke Kelompok Kriminal dan Penyelundup

JUMAT, 21 JULI 2023 | 16:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah peralatan militer AS yang dipasok ke Ukraina dilaporkan telah jatuh ke tangan kelompok kriminal, pejuang sukarela, dan penyelundup.

Laporan tersebut diungkap CNN dan Military.com, di mana kedua media melaporkan isi makalah berjudul “Evaluasi Akuntabilitas Departemen Pertahanan atas Peralatan yang Disediakan untuk Ukraina,” pada Kamis (20/7), setelah memperoleh dokumen tersebut melalui permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi.

Laporan yang keluar pada bulan Oktober itu memeriksa periode dari Februari 2022, ketika pertempuran antara Moskow dan Kyiv dimulai, hingga September tahun itu.


Selama waktu itu, Departemen Pertahanan mengalami “tantangan” dalam melacak dan memantau senjata dan peralatan yang diberikan ke Ukraina, demikian diakui surat kabar itu.

"Kantor Kerja Sama Pertahanan AS di Kyiv tidak dapat melakukan (pemantauan penggunaan akhir) yang diperlukan atas peralatan militer yang disediakan Amerika Serikat ke Ukraina pada 2022,” demikian bunyi laporan yang dimuat CNN.

Menurut laporan itu masalah tersebut berasal dari ketidakmampuan personel Kemhan untuk mengunjungi area di mana peralatan yang disediakan untuk Ukraina digunakan atau disimpan.

Bagian laporan yang telah disunting memberikan beberapa contoh perangkat keras yang dipasok Barat berakhir di tangan yang salah.

Juni lalu, sebuah kelompok kejahatan terorganisir, yang diduga diawasi oleh pejabat Rusia yang tidak disebutkan namanya, menyusup ke batalyon sukarelawan dan mencuri berbagai senjata, termasuk peluncur granat dan senapan mesin, serta lebih dari 1.000 butir amunisi.

“Tujuan dari kelompok tersebut adalah untuk melakukan kegiatan destabilisasi,” tulis laporan tersebut, seperti dimuat Military.com.

Pada bulan yang sama, sekelompok penjahat Ukraina, yang menyamar sebagai pekerja bantuan, merampas rompi antipeluru senilai 17.000 dolar AS yang diberikan ke Kyiv oleh sekutunya, kata surat kabar itu.

Laporan juga menggambarkan sebuah insiden pada Agustus 2022, ketika anggota batalyon sukarelawan mencuri 60 senapan dan hampir 1.000 butir amunisi, yang kemungkinan dijual di pasar gelap.

Moskow, yang sangat menentang pasokan senjata Barat ke Kyiv, telah berkali-kali menunjukkan bahaya senjata itu diselundupkan keluar Ukraina dan dijual di pasar gelap.

Mei 2023, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan bahwa jika senjata itu jatuh ke tangan yang salah, aktivitas teroris dan kriminal dapat mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya