Berita

Aksi protes yang meletus di Kenya dalam beberapa bulan terakhir ini/AA

Dunia

Polisi Kenya Larang Oposisi Gelar Protes Anti-Pemerintah

RABU, 19 JULI 2023 | 13:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Protes anti-pemerintah yang direncanakan pemimpin oposisi Raila Odinga dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari telah dinyatakan ilegal oleh kepolisian Kenya.

Dalam pernyataannya pada Selasa malam (18/7) waktu setempat, Inspektur Jenderal Polisi Japhet Koome mengumumkan larangannya karena pihak oposisi tidak memberi tahu polisi terkait rencana protes terbaru tersebut.

"Tindakan itu bertentangan dengan persyaratan hukum, tidak ada penyelenggara atau perencana demonstrasi yang memberi tahu polisi tentang pertemuan semacam itu selama tiga hari pada pekan ini,"ujarnya.


"Selain itu, berkaca dari demonstrasi serupa baru-baru ini, yang meninggalkan kerusakan properti, korban luka, dan korban jiwa, maka aksi tersebut dianggap sebagai ancaman keamanan nasional," tambahnya.

Mengutip Anadolu Agency, Rabu (19/7), Partai Koalisi Azimio la Umoja-One Kenya yang dipimpin oleh Odinga, sebelumnya telah mengumumkan perpanjangan aksi protes tersebut pada Jumat lalu, yang akan digelar Rabu hingga Jumat ini, sebagai respons terhadap meningkatnya biaya hidup dan pengenaan pajak baru pada produk minyak bumi.

Dalam aksi sebelumnya, protes tersebut telah berujung pada kematian lebih dari selusin nyawa dan memicu bentrokan antara demonstran dengan pasukan keamanan.

Menurut catatan dari Kantor Hak Asasi Manusia PBB, sebanyak 23 orang telah tewas dan puluhan lainnya terluka selama demonstrasi di negara itu, yang meningkatkan keprihatinan terhadap kekerasan yang terjadi dalam protes tersebut.

Menanggapi protes terbaru itu, Presiden William Ruto menyatakan bahwa ia tidak akan mentolerir demonstrasi anti-pemerintah yang akan datang, karena protes tersebut mengganggu dan mengancam stabilitas negara.

Untuk mengantisipasi protes anti-pemerintah yang dikhawatirkan akan tetap digelar, pemerintah Kenya telah mengambil langkah pencegahan dengan menutup sekolah sepanjang hari di Nairobi dan Mombasa. Selain itu, Kenya Railways Corporation juga mengumumkan penangguhan layanan kereta api di Nairobi pada Rabu ini.

Negara di Afrika Timur itu terus dilanda protes anti-pemerintah karena tingginya biaya hidup di negara itu, yang tidak jarang berujung bentrok.

Kantor HAM PBB menekankan pentingnya resolusi damai dan menyerukan kepada pemerintah serta oposisi untuk terlibat dalam dialog menyelesaikan masalah yang mendasari protes tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya