Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin: Rusia Punya Munisi Tandan yang Cukup untuk Serang Balik Ukraina

SENIN, 17 JULI 2023 | 23:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tak takut dengan kehadiran munisi tandan atau bon curah di Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku memiliki persediaan yang cukup untuk melawan.

Dalam siaran televisi pemerintah, Putin mengatakan bahwa Rusia tidak khawatir dengan munisi tandan yang diberikan AS kepada Ukraina baru-baru ini.

Menurut penuturannya, pasukannya memiliki cukup munisi tandan yang siap digunakan jika Ukraina melemparkannya terlebih dulu.


"Rusia memiliki persediaan yang cukup untuk berbagai jenis munisi tandan,” kata Putin, seperti dikutip dari The Defense Post pada Senin (17/7).

Rusia sama sekali belum menggunakan munisi tandan selama perang. Mereka baru akan menggunakanya jika diserang dengan senjata serupa.

"Jika mereka digunakan untuk melawan kami, kami berhak untuk melakukan tindakan pembalasan,” tegas Putin.  

Human Rights Watch dan pasukan Ukraina menuduh Rusia telah menggunakan munisi tandan di medan perang.

Senjata itu termasuk dalam kategori mematikan karena ketika digunakan, sejumlah bom kecil dapat tersebar secara luas dan membunuh tanpa pandang bulu. Sementara munisi tandan yang gagal meledak, akan mengalami masa hibernasi selama beberapa dekade sebelum akhirnya meledak dan menimbulkan ancaman bagi orang-orang di sekitarnya.

Penggunaan atau pengiriman munisi tandan telah ditentang oleh lebih dari 100 negara melalui Konvensi Munisi Tandan yang melarang produksi, penimbunan, penggunaan, dan transfer senjata.

Sayangnya, negara berkonflik seperti Rusia, Ukraina, dan AS, justru tidak meratifikasi perjanjian tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya