Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Belanda Pakai Uang Uni Eropa untuk Bantu Afghanistan

JUMAT, 14 JULI 2023 | 12:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dana senilai 5,7 juta euro atau Rp 95 triliun dari Uni Eropa, akan digunakan Belanda untuk membantu puluhan ribu keluarga membutuhkan di Afghanistan.

Hal itu diungkap oleh Kuasa Usaha Uni Eropa untuk Afghanistan, Raffaella Lodice dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari ANI News pada Jumat (14/7).

Disebutkan Lodice, bantuan itu dialokasikan untuk sekitar 350 ribu keluarga rentan di 16 provinsi Afghanistan. Bantuan tersebut juga akan membantu meningkatkan ketahanan pangan di Afghanistan dan mendorong negara berkonflik itu menuju swasembada.  


"Kami memastikan bahwa 3500 ribu rumah tangga akan lebih aman pangan dan tidak lagi bergantung pada bantuan bantuan internasional," ujarnya.

Beberapa peternak dan petani menganggap kekeringan dan masalah ekonomi sebagai tantangan terpenting yang mereka hadapi.

Ezatullah, seorang peternak mengatakan bahwa kekeringan telah membuat hewan kekurangan makanan.

"Kami tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada hewan. Makanya kami bawa hewan ke pasar untuk dijual,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kamar Pertanian dan Peternakan Afghanistan, Merwis Hajizada menyebut petani dan peternak di Afghanistan membutuhkan lebih banyak bantuan.

"Petani kita bisa beternak dengan baik. Uang yang sama yang telah dikontribusikan Uni Eropa merupakan peluang bagus di sektor peternakan," kata Hajizada.

Data Kementerian Perekonomian Afghanistan menunjukkan terdapat 46 lembaga asing dan 73 lembaga dalam negeri bergerak di sektor pertanian dan melaksanakan 544 proyek.

Tetapi, menurut Program Pangan Dunia (WFP) produksi gandum terus menurut akibat kekeringan dan serbuan belalang. Diperkirakan tahun ini hasil panen akan semakin merosot 30 hingga 35 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya