Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

MUA di Afghanistan Kritik Penutupan Salon Kecantikan oleh Taliban

KAMIS, 13 JULI 2023 | 17:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Keputusan Taliban untuk menutup semua salon kecantikan di seluruh negeri telah menuai kritikan keras dari para make up artist (MUA) atau penata rias di Afghanistan.

Dikutip dari laporan TOLO News, para penata rias menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan baru Taliban yang dianggap merampas pekerjaan ribuan perempuan dan melanggar hak-hak mereka.

Sejauh ini, diperkirakan terdapat lebih dari 12 ribu salon kecantikan di seluruh Afghanistan, yang merupakan sumber penghidupan bagi banyak perempuan.


Salah satu penata rias, Rahila, berusia 25 tahun, mengungkapkan bahwa ia memilih untuk bekerja di salon kecantikan setelah Taliban menutup sekolah, universitas, dan pusat pendidikan lainnya.

"Sekolah, universitas, pusat pendidikan ditutup untuk kami. Kami mencoba belajar profesi di lingkungan wanita, tetapi sekarang itu juga ditutup. Saya tidak mengerti apa yang Taliban inginkan dari kami," ujarnya kepada TOLO News.

Protes terhadap keputusan Taliban ini juga telah dilakukan oleh sejumlah penata rias lainnya yang merasa terancam akan keberlangsungan hidup mereka.

Mengutip ANI News pada Kamis (13/7), seorang penata rias wanita lainnya, Alia, menjelaskan bahwa di setiap salon kecantikan terdapat 15 hingga 20 orang yang bekerja, yang sebagian besar menjadi tulang punggung keluarga.

Pekan lalu beberapa dari mereka mengadakan aksi protes terhadap keputusan Taliban dan mendesak pencabutan dari tindakan tersebut, karena lebih dari 60 ribu perempuan di Afghanistan berisiko kehilangan pekerjaannya setelah penutupan salon kecantikan itu.

Keputusan Taliban untuk menutup salon kecantikan di Kabul dan provinsi-provinsi lainnya pada tanggal 4 Juli lalu telah menambah daftar pembatasan baru, yang semakin mengguncang hak perempuan di Afghanistan.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya