Berita

Gedung ACLC C1 KPK/RMOL

Hukum

KPK Periksa Pengusaha Suryo yang Sempat Disebut Bocorkan Dokumen KPK

SELASA, 11 JULI 2023 | 16:55 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sempat disebut sebagai pembocor dokumen KPK, seorang pengusaha bernama Suryo kini diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya memanggil empat orang sebagai saksi untuk tersangka Putu Sumarjaya (PTU) selaku Kepala BTP Jabagteng pada hari ini, Selasa (11/7).

"Pemeriksaan dilakukan Polrestabes Semarang," ujar Ali kepada wartawan.


Saksi-saksi yang dipanggil, yaitu Muhammad Suryo selaku swasta, Anis Syarifah selaku ibu rumah tangga, Heri Supardiman selaku Koordinator Pokja di Satuan Pelaksana 3 Jateng DIY tahun 2019-2023, dan Reggie Ferdiansyah selaku PPNPN pada BTP Kelas I Semarang.

Berdasarkan sumber Kantor Berita Politik RMOL, untuk saksi Muhammad Suryo, saat ini masih menjalani pemeriksaan. Akan tetapi, Suryo tidak diperiksa di Polrestabes Semarang, melainkan di Gedung ACLC C1 KPK atau Gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan.

Nama Suryo selaku pengusaha yang sempat menyerahkan dokumen KPK kepada Kabiro Hukum Kementerian ESDM, Muhammad Idris Froyoto Sihite, juga disebut menerima uang suap proyek di DJKA. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan terdakwa Dion Renata Sugiarto selaku pengusaha di bidang jasa konstruksi dan menjabat sebagai Direktur PT Istana Putra Agung (IPA) dan punya perusahaan lain, yakni PT Prawiramas Puri Prima dan PT Rinenggo Ria Raya.

Penelusuran Kantor Berita Politik RMOL, nama Suryo sama seperti yang diungkap Dewas KPK turut menerima uang suap mencapai Rp9,5 miliar. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan untuk terdakwa Dion yang sudah dibacakan tim JPU KPK di Pengadilan Tipikor Semarang pada Senin (3/7).

Terdakwa Dion didakwa telah memberikan uang sebesar Rp18,95 miliar kepada Suryo, Bernard Hasibuan, dan Putu Sumarjaya agar Bernard Hasibuan dan Putu mengatur pelelangan supaya terdakwa mendapatkan paket pekerjaan.

Paket pekerjaan yang dimaksud, yakni pembangunan jalur ganda KA antara Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso KM 96+400 sampai dengan KM 104+900 (JGSS 6) tahun 2022, pembangunan jalur ganda KA elevated antara Solo Balapan-Kadipiro KM 104+900 sampai dengan KM 106+900 (JGSS 4) tahun 2022, dan Track Layout Stasiun Tegal (TLO Tegal) 2023.

Untuk pelaksanaan proyek tersebut, maka Putu selaku Kepala BTP Kelas 1 Semarang menunjuk Bernard sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pengembangan Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah Area I-A, serta menunjuk Risna Sutriyanto sebagai Ketua Pokja ULP.

Sebagai PPK, Bernard mendapat tugas untuk mengendalikan beberapa paket pekerjaan, yaitu pada 2022, yakni proyek JGSS 6 dengan anggaran Rp164.515.626.040,32; proyek JGSS 4 dengan anggaran Rp182.207.461.156. Dan pada 2023, yakni proyek TLO Tegal dengan anggaran Rp65.830.371.319,67.

Sebelum pelaksanaan pelelangan pekerjaan, Harno Trimadi selaku Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA memberikan arahan kepada Putu, Bernard, Risna, dan Budi Prasetya agar paket-paket pekerjaan sebagaimana di atas sudah ada yang memesan dan akan diberikan ke perusahaan tertentu.

Salah satu perusahaan yang dimaksud Harno tersebut, di antaranya untuk pekerjaan JGSS 6 akan diberikan kepada Suryo dan Yudhi yang akan menggunakan perusahaan bernama PT Calista Perkasa Mulia.

Bernard memberikan syarat kepada terdakwa Dion untuk menyerahkan uang yang diistilahkan sebagai sleeping fee kepada Suryo sebesar Rp11 miliar. Atas syarat tersebut, terdakwa Dion menyanggupinya.

Bahwa atas kesanggupan terdakwa Dion akan memberikan sleeping fee, selanjutnya Bernard mengarahkan terdakwa Dion menggunakan aplikasi whatsapp agar terdakwa Dion segera memenuhinya serta menyerahkan rekening Bank dengan nama Yudhi.

Namun demikian, terdakwa Dion hanya sanggup memberikan sleeping fee kepada Suryo sebesar Rp9,5 miliar yang selanjutnya terdakwa Dion merealisasikan sleeping fee tersebut kepada Suryo, namun bukan melalui rekening Yudhi, melainkan melalui rekening BCA atas nama Anis Syarifah nomor 8610024298 melakukan beberapa kali setoran tunai.

Hasil Pemeriksaan Dewas

Sebelumnya, Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan, dari hasil pemeriksaan, diperoleh fakta-fakta bahwa, pada 27 Maret 2023, tim KPK yang terdiri dari satgas penyelidikan dan satgas penyidikan melakukan kegiatan penggeledahan di ruang kerja dan kendaraan roda 4 milik Idris Sihite terkait dengan perkara Tipikor tunjangan kinerja pada Ditjen Minerba Kementerian ESDM TA 2020-2022.

Pada saat penggeledahan itu, penyidik menemukan 3 lembar kertas tanpa judul yang pada bagian atasnya tertulis dugaan TPK berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengurusan ekspor produk pertambangan hasil pengolahan minerba, yang di dalamnya berisi nama-nama pihak yang ada di Kementerian ESDM serta nama-nama perusahaan.

"Pada saat ditanyakan oleh penyidik kepada saudara Muhammad Idris Froyoto Sihite, dari mana perolehan 3 lembar kertas tersebut, awalnya yang bersangkutan menyatakan 3 lembar tersebut berasal dari saudara Karyoto," ujar Tumpak kepada wartawan, Senin (19/6).

Namun kata Tumpak, Idris Sihite kemudian mengatakan bahwa tiga lembar tersebut diperoleh dari Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dan dan Menteri dapat dari Firli.

Pada saat diperiksa Dewas, Idris Sihite menyatakan bahwa, pernyataannya yang menyatakan kalau 3 lembar kertas yang ditemukan tersebut berasal dari "Pak Menteri dan Pak Menteri dari Pak Firli" diubah menjadi "diterima dari seseorang pengusaha yang bernama Suryo", yang diterima pada saat bertemu di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta di dalam tumpukan berkas putusan perkara.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya