Berita

Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev/Net

Dunia

Shavkat Mirziyoyev Kembali Terpilih jadi Presiden Uzbekistan

SENIN, 10 JULI 2023 | 18:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hasil awal dari pemungutan suara yang digelar akhir pekan lalu, menunjukkan Shavkat Mirziyoyev kembali terpilih menjadi Presiden Uzbekistan.

Komisi Pemilihan Umum Uzbekistan pada Senin (10/7) mengumumkan hasil perolehan suara, dengan Mirziyoyev yang meraup 87,1 persen.

Mengutip Al Jazeera, pemilihan itu digelar lebih cepat setelah  Mirziyoyev mengubah konstitusi yang memperpanjang masa jabatannya dari lima menjadi tujuh tahun.


Sebelum pemungutan suara, jajak pendapat telah menunjukkan bahwa Mirziyoyev akan mendapatkan suara mayoritas.

Sebab lawan Mirziyoyev kali ini adalah tiga kandidat dari partai yang tidak terlalu terkenal, yakni Partai Ekologis, Partai Demokratik Rakyat, dan Partai Sosial Demokrat Adolat.

Mirziyoyev sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri di bawah kepemimpinan pendahulunya, Islam Karimov.

Sejak berkuasa sebagai presiden pada tahun 2016 lalu, Mirziyoyev menyebut dirinya sebagai seorang pembaharu dan berjanji untuk menciptakan "Uzbekistan Baru".

Selama memimpin, Mirziyoyev telah melakukan reformasi yang telah lama ditunggu-tunggu di antaranya menyederhanakan pajak, menghilangkan hambatan birokrasi, mengakhiri kerja paksa dan membebaskan tahanan politik yang dipenjara selama masa jabatan Karimov.

Kendati demikian, dengan perpanjangan masa jabatan Presiden, Mirziyoyev dinilai telah melemahkan upaya demokrasi di negara tersebut.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya