Berita

Presiden Belarusia, Aleksander Lukashenko/Net

Dunia

Presiden Belarusia Klaim Punya Hak Veto Atas Penggunaan Senjata Nuklir Rusia

JUMAT, 07 JULI 2023 | 11:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Walaupun senjata nuklir yang ditempatkan di wilayah Belarusia merupakan milik Rusia, tetapi kewenangan untuk menggunakannya tetap atas izin Presiden Aleksander Lukashenko.

Menurut Lukashenko, dirinya memiliki hak veto atas setiap penggunaan senjata nuklir taktis yang ditempatkan Rusia di wilayahnya.

Sehingga, ketika Presiden Vladimir Putin ingin menggunakan senjata tersebut, maka harus melalui persetujuan Belarusia terlebih dahulu.


"Jika Rusia memutuskan untuk menggunakan senjata nuklir, maka saya yakin Rusia akan berkonsultasi dengan kami," tegasnya, seperti dimuat The Jerusalem Post.

Terkait konflik nuklir, Lukashenko menyatakan kedua negara telah melakukan kontrol bersama dengan sempurna. Oleh sebab itu, tidak akan ada peluncuran senjata nuklir jika salah satu pihak menolak.

"Jika saya atau rakyat kita atau negara kita tidak menginginkan sesuatu, maka itu (konflik nuklir) tidak akan terjadi," ungkapnya.

Putin yang menguasai kekuatan nuklir terbesar di dunia, Maret lalu mengumumkan rencananya untuk menyebarkan senjata nuklir taktis di Belarus.

Dia mengatakan pengerahan senjata tidak bertentangan dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir tahun 1968 karena senjata akan dikendalikan oleh Rusia seperti halnya senjata nuklir AS di Eropa secara resmi dikendalikan oleh Amerika Serikat.

Presiden Belarusia bulan lalu mengklaim senjata yang dijanjikan Putin telah sampai di wilayahnya.

Amerika Serikat mengkritik penyebaran nuklir Putin tetapi tidak berniat mengubah kebijakan karena belum melihat tanda-tanda Rusia berani menggunakan senjata tersebut.

Hingga kini Putin belum mengatakan senjata nuklir taktis mana yang telah dikerahkan ke Belarus.

Tetapi Lukashenko menyebut senjata itu tiga kali lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di kota Hiroshima dan Nagasaki Jepang pada Agustus 1945.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya