Berita

Penjaga perdamaian Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon dan tentara tentara Lebanon berjaga-jaga di 'garis biru' - yang ditarik oleh PBB untuk menandai penarikan Israel dari Lebanon selatan pada tahun 2000/Net

Dunia

Lebanon Digempur Belasan Rudal Israel

JUMAT, 07 JULI 2023 | 03:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Belasan rudal Israel menggempur wilayah Lebanon pada Kamis (6/7) setelah sebuah roket meluncur dari Lebanon selatan menuju perbatasan.

Sumber Angkatan Darat Lebanon mengkonfirmasi serangan roket itu, mengatakan kepada The National setidaknya ada 15 rudal diluncurkan dari Israel. Rudal-rudal itu mendarat di Kafr Shuba, tetapi tidak menyebabkan luka atau kerusakan bangunan.

Pihak tentara Israel mengatakan tindakan itu sebagai tanggapan atas peluncuran roket yang dilakukan dari wilayah Lebanon, yang meledak berdekatan dengan perbatasan di wilayah Israel.


“Sebagai tanggapan, pasukan Israel saat ini menyerang daerah tempat peluncuran dilakukan,” kata tentara Israel kepada The National.

Sumber tentara Israel mengkonfirmasi kepada The National bahwa sistem alarm misilnya tidak berbunyi saat serangan roket dari Lebanon.

"Tentara sedang memeriksa mengapa sistem peringatan tidak berbunyi", kata sumber itu.

Tentara kemudian mengkonfirmasi peluncuran dari Libanon, yang ditembakkan di dekat kota Ghajar, sebuah daerah dekat Dataran Tinggi Golan yang diklaim oleh Lebanon dan Suriah, dan diduduki oleh Israel. Bagian selatan kota itu dianeksasi oleh Israel pada tahun 1981, langkah yang belum diakui oleh masyarakat internasional.

Tidak jelas siapa yang meluncurkan roket awal dari Ghajar. Tentara Israel mengatakan sedang menyelidiki insiden itu.

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (Unifil) yang bertanggung jawab untuk memantau perbatasan Lebanon-Israel pada Kamis mendesak pihak-pihak yang berperang untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut.

"Kejadian ini terjadi pada waktu yang sensitif dan di daerah yang telah mengalami ketegangan awal pekan ini," kata pernyataan Unifil.

Pernyataan itu dibuat sehubungan dengan ketegangan baru-baru ini yang berkobar antara Israel dan Lebanon ketika Israel berusaha membangun pagar di sisi utara Ghajar.

Ghajar telah lama menjadi tempat ketegangan antara kedua negara. Selama bertahun-tahun, akses ke pihak Israel dibatasi, tetapi kontrol dicabut pada tahun 2022 dan kota itu dibuka untuk pariwisata Israel.

Daerah dekat kota itu banyak mengandung ranjau dan laporan awal di media Israel menyatakan ledakan itu mungkin disebabkan oleh persenjataan semacam itu.

Hizbullah, kelompok bersenjata dan partai politik yang didukung Iran yang memiliki kehadiran kuat di daerah itu, mengatakan bahwa pada pekan lalu mereka menjatuhkan pesawat tak berawak Israel yang terbang di atas sebuah desa di Lebanon selatan.

Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam sepekan terakhir, ditandai dengan pendirian tenda-tenda di sisi perbatasan Israel oleh kelompok Hizbullah.

Hizbullah mengutuk tindakan baru-baru ini yang diambil oleh Israel di Ghajar, termasuk pembangunan pagar kawat berduri dan tembok semen di sisi utara desa, yang dianggap sebagai wilayah Lebanon.

Pernyataan itu tidak merujuk pada dugaan serangan roket awal dari tanah Lebanon.

Militer Israel dan Lebanon sering bentrok karena masalah perbatasan di wilayah tersebut, yang juga diamati oleh pasukan PBB.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya