Berita

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Neni Nur Hayati/RMOL

Politik

KPU dan Bawaslu Harus Pastikan Tidak Ada Pemilih Siluman di Pemilu 2024

RABU, 05 JULI 2023 | 10:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Hasil rekapitulasi nasional pada Minggu (2/7), Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.887.222. Data DPT itu dari 38 provinsi dan di 128 negara.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Neni Nur Hayati menjelaskan dengan ditetapkannya DPT Pemilu 2024, penyelenggara pemilu baik itu KPU dan Bawaslu harus mengecek dan melakukan pencermatan sampai ke tingkat desa.

Bahkan, kata Neni, KPU juga harus dapat mengantisipasi data janggal yang tercatat dalam kependudukan tetapi tidak dapat ditemui pada proses coklit.


"Data tersebut dapat berpotensi disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik dan dikhawatirkan terjadi adanya manipulasi suara di TPS. Dugaan data pemilih siluman ini menjadi rawan," demikian kata Neni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/7).

Menurut Neni, Bawaslu harus bisa memastikan bahwa tidak ada data siluman yang dibuktikan bahwa yang bersangkutan memang ada orangnya. 
Neni menegaskan bahwa DPT adalah menyangkut hak pilih seseorang. Artinya, harus dapat dipastikan bahwa hak pilihnya terlindungi karena yang tidak tercatat dalam DPT akan masuk Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Selain itu, tambah Neni, DPT berkaitan dengan pemilih yang belum melakukan perekaman eKTP seperti pemilih pemula. Pihaknya mendorong KPU segera berkoordinasi dengan Kemendagri untuk sinkronisasi. Sebab, akan berdampak pada tidak memenuhinya syarat mereka menjadi pemilih di TPS harus memiliki e KTP.

"DEEP juga meminta publik aktif dalam merespon daftar pemilih. Sikap pasif publik yang tidak melakukan pengecekan terhadap daftar pemilih mengakibatkan daftar pemilih tidak dapat terkawal," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya