Berita

Moch Eksan/RMOL

Publika

Demokrasi dan Pembakaran Al Quran di Swedia

OLEH: MOCH EKSAN*
MINGGU, 02 JULI 2023 | 23:13 WIB

SWEDIA adalah negara Eropa Utara yang menganut monarki konstitusional dan demokrasi parlementer. Kepala negara dipimpin raja, dan kepala pemerintahan dipimpin perdana menteri. Raja yang bertahta adalah Carl XVI Gustav. Dan, perdana menteri yang berkuasa di Swedia adalah Ulf Kristersson.

Swedia adalah negara dengan indeks demokrasi tertinggi ke-4 di dunia dengan skor 9,39. Adapun rinciannya nilai pluralisme dan proses pemilu (9,58), fungsi pemerintah (9,64), partisipasi politik (8,33), budaya politik (10), dan kebebasan sipil (9,41). Kendati negeri Nordik Skandinavia ini berada pada top score, kebebasan sipilnya justru memancing kegaduhan global.

Otoritas keamanan Swedia memberikan ijin solo demonstrasi kepada Salwan Momika membakar Al Quran di depan Masjid Stockholm pada Rabu, 28 Juni 2023. Aksi warga asal Irak ini memprovokasi kemarahan, kebencian dan permusuhan dunia Islam. Kebebasan sipil tak boleh mengancam kebebasan sipil orang lain.


Aksi pembiaran terhadap pembakaran kitab suci agama, telah membuka the clash of civilization antara Barat dan Timur, seperti sinyalemen Samuel  P Huntington. Padahal, semua punya kepentingan sama untuk membangun perdamaian dunia yang adil dan beradab.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sampai mengancam otoritas Swedia. Pemerintah Turki tak akan pernah mendukung keanggotaan Swedia pada North Atlantic Treaty Organization (NATO), bila membiarkan aksi pembakaran Al Quran berulang-berulang dan tidak ditindak tegas.

Dunia Islam akan terus protes terhadap pemerintah Swedia, sampai mereka tahu dan paham, aksi pembakaran kitab suci bukan kebebasan sipil yang adil dan beradab, melainkan kejahatan keagamaan yang keji dan barbar.

Apalagi, aksi pembakaran Al Quran tersebut bersamaan dengan perhelatan Idul Adha, yang jelas membawa misi penyebaran kebencian antar sesama umat manusia. Sementara, warga Swedia itu sendiri banyak yang tak suka terhadap aksi provokatif Momika itu. Semua ingin hidup aman dan damai.

Sesungguhnya, Swedia adalah negara Uni Eropa yang memiliki populasi penduduk muslim yang relatif besar. Dari penduduk sebesar 10,4 juta orang, terdapat 8,1  persen beragama Islam. Sisanya, 63,7 persen Kristen, 27,0 persen tak beragama, dan 1,2 persen beragama lain-lain. Data demografi ini mengkonfirmasi Islam adalah agama terbesar kedua di Swedia.

Sayangnya, otoritas keamanan melakukan aksi pembiaran terhadap aksi pembakaran Al Quran bukan hanya dalam kasus Momika ini saja. Ada kasus yang lebih besar dan dilakukan oleh seorang politikus sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan yang memimpin gerakan Stram Kurs. Suatu gerakan kelompok ekstrim kanan yang anti imigran dan anti Islam.

Paludan adalah Youtuber berlatar pengacara rasis yang membakar Al Quran dengan live streaming di berbagai kota di Swedia pada medio April 2022. Mantan residivis kasus rasial ini menggunakan aksi ini untuk mendapatkan dukungan dari warga dalam proses pencalonan menjadi anggota legislatif. Namun, aksinya justru dilakukan di wilayah basis muslim. Sehingga, menimbulkan kerusuhan sosial empat hari berturut-turut.

Banyak orang tak tahu, bahwa Al Quran yang kerap menjadi obyek aksi fandalisme, merupakan kitab suci yang mengajarkan kebebasan bertanggungjawab, dan demokrasi yang beradab. Sebuah demokrasi yang berakar dari ajaran musyawarah dalam Kalamullah tersebut.

Sekurang-kurangnya, ada dua ayat yang mengajarkan demokrasi Alquran. Yaitu:

Pertama, QS Ali Imran:15, yang artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”

Kedua, QS. Asy-Syuura:38, yang artinya: “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”

Wilis Santana, mahasiswa Program Pasca Sarjana Institut PTIQ Jakarta, mengangkat tesis berjudul, Demokrasi dalam Islam
(Studi Analisis Pemikiran Muhammad Quraish Shihab). Ia mengatakan bahwa demokrasi dalam perspektif Shihab merupakan padanan dari syura dalam Alquran.

Walaupun antara demokrasi dan syura itu sendiri terdapat perbedaan dalam beberapa hal. Namun, terdapat sejumlah kesamaan prinsip yang tercermin dalam penafsiran Al-Misbâ, seperti al-‘adâlah (keadilan), al-musâwah (persamaan), as-syûra (bermusyawarah).

Dengan demikian, tegasnya, Al Quran telah memberikan landasan moral dalam membangun sistem demokrasi. Konsepsi Demokrasi yang diberkembangkan di dunia Islam bukan saja berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan tetapi juga nilai-nilai ketuhanan.

Ala kulli hal, tindakan pembakaran Al Quran di Swedia, sejatinya juga pembakaran prinsip-prinsip demokrasi Al Quran yang dianut secara universal. Seorang yang tak bisa menghargai suara Tuhan, pasti dia tak akan bisa menghargai suara rakyat.

Selanjutnya, Bung Karno mengatakan, "Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia.Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.”

*Penulis adalah Pendiri Eksan Institute


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya