Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Kata Natalius Pigai, Butet Kartaredjasa Menuduh Jahat Karena Tidak Tahu Jiwa Prabowo Subianto

SELASA, 27 JUNI 2023 | 16:50 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Puisi Budayawan Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa yang menyinggung sosok capres berambut putih hingga yang hobi "menculik" di acara puncak Bulan Bung Karno, masih menjadi polemik.

Sebagian menyimpulkan, diksi menculik yang dipakai Butet dialamatkan pada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Prabowo yang kini menjabat Menteri Pertahanan RI, diidentikkan sebagai mantan petinggi TNI yang diduga terlibat saat beberapa aktivis hilang di zaman Orde Baru.


Soal puisi tersebut, aktivis kemanusiaan Natalius Pigai balik mengkritik Butet dan menyetarakannya dengan buzzer.

"Butet dan BuzzerRp itu tikus-tikus basah di Orba," ujar Natalius Pigai di Twitter, Selasa (27/6).

Pigai memandang, sindiran yang sampaikan Butet dalam puisi itu adalah bukti dia tidak mengerti sosok pribadi Prabowo.

"Tuduh Prabowo jahat tapi tidak tahu jiwa PS," tuturnya.

Pada satu kesempatan terpisah, Pigai pernah menceritakan satu pengalamannya dengan sosok Prabowo. Saat itu, tanggal 30 Desember 1996, di Kompleks Ajudan Jenderal Bandung. Jenderal Prabowo Subianto berdiri di podium, pidato berapi api di hadapan mahasiswa Papua se-Jawa Bali.

Di tengah mahasiswa, Pigai yang ketika itu umur 17 tahun, menyampaikan interupsi hentikan pidato seorang jenderal yang bersinar saat itu dengan berteriak lantang.

"Interupsi Jenderal! Anda banyak ngomong, hari ini rakyat saya menderita di Papua. Fidelis Zonggonau, paman kandung saya memimpin demonstrasi karyawan tutup Freeport menuntut keadilan. Sejak kapan Jenderal berbuat baik untuk keluarga saya dan rakyat Papua. Sebaiknya Jenderal angkat kaki dari sini," kata Pigai.

Kata Pigai, semua peserta kaget dan hening mendengar interupsi. Bahkan, dia nyaris diusir dan diinterogasi ajudan dan petugas keamanan.

Namun, rupanya Jenderal Prabowo mendengar apa yang dia utarakan, mengomentari pernyataannya.

"Prabowo langsung menyatakan bahwa beliau telah berbicara dengan Presiden Suharto supaya rakyat Papua dan keluarga anda akan diberikan dana Royalti Freeport satu persen dari penghasilan kotor per tahun," tuturnya.

"Sebuah perjuangan Prabowo Subianto dalam kesunyian tanpa mencari penghargaan dan citra seakan-akan pahlawan pembawa berkah. Itulah Prabowo Subianto," demikian Pigai.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya