Berita

Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan/Ist

Politik

Usung Muhadjir Cawapres, PAN Bakal Banjir Dukungan

JUMAT, 16 JUNI 2023 | 16:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Memiliki modal sosial kuat dan kemampuan serta pengalaman birokrasi yang mumpuni, Partai Amanat Nasional (PAN) akan kecipratan efek ekor jas kalau mengusung  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menjadi bakal calon wakil presiden (Bacawapres) pada Pemilu 2024 mendatang.

“Dukungan terhadap Muhadjir akan membanjir bukan hanya dari warga Muhammadiyah yang jumlahnya jutaan, tapi juga dari luar Muhammadiyah. Karena Muhadjir ini menteri yang dikenal merakyat," kata Deklarator PAN Kota Surabaya, Herman Rivai, Jumat (16/6).

Mantan Mendikbud yang juga Gurubesar UM dan rektor UMM empat periode itu dipandang memiliki kompetensi dan visi yang sama untuk Indonesia, yaitu Indonesia Emas.


Menurut Herman, Muhadjir pantas menjadi wakil presiden, siapapun capresnya. Dan dipastikan mampu memberi tambahan suara signifikan untuk memantapkan elektabilitas capres.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Herman, Muhadjir adalah kader terpilih dan dapat dibanggakan. Sudah teruji prestasi dan komitmennya terhadap persyarikatan.

“Bagi umat Muhammadiyah kalau ada figur yang track record-nya jelas mengapa harus mendukung figur yang belum jelas, kan sama saja membeli kucing dalam karung. Umat ingin PAN mendukung calon berdasar kualifikasi objektif, bukan atas dasar mahar politik,” tandasnya.

Sebelumnya, politikus PAN Zainuddin Maliki mengatakan, Muhadjir Effendy masuk dalam bursa cawapres di partainya selain Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurut Zainuddin, Muhadjir dikenal sebagai menteri yang punya kapasitas, khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia yang bermoral dan berintegritas tinggi.

“Beliau berkinerja positif dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, berhasil menurunkan angka stunting di semua provinsi,” tutur anggota Komisi X DPR dari daerah pemilihan Gresik dan Lamongan, Jawa Timur itu, Kamis (15/6).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya