Berita

Jemaah haji Indonesia menjalani pemeriksaan paspor saat tiba di Arab Saudi/Net

Nusantara

Jemaah Haji Sulit Rekam Sidik Jari, Indonesia Usul Opsi Perekaman Retina ke Arab Saudi

RABU, 14 JUNI 2023 | 19:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jemaah haji asal Indonesia mendapat kemudahan dari Pemerintah Arab Saudi dalam mengurus visa. Lewat aplikasi bio visa, pengurusan visa haji bisa dilakukan secara online. Hal ini juga memberikan kemudahan dan kecepatan pemeriksaan jemaah saat tiba di bandara Arab Saudi.

Namun ternyata banyak jemaah haji yang terkendala proses perekaman sidik jari (basmah) terkait penggunaan visa bio ini. Akibatnya, tak sedikit jemaah yang terpaksa berurusan dengan petugas imigrasi lebih lama ketika tiba di Bandara Madinah atau Jeddah karena harus mengulang-ulang proses basmah.

"Beberapa jemaah karena soal usia atau pekerjaan atau hal lain itu kesulitan merekam sidik jarinya, sehingga proses pemvisaan jadi terlambat," kata Kepala Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia, Nasrullah Jasam, di Jeddah, Selasa (13/6).


Pemerintah melalui Wakil Tetap Indonesia untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Dubes Eko Hartono, mengusulkan agar ada solusi lain yang bisa diterapkan untuk memudahkan jemaah terkait proses pemvisaan. Hal itu disampaikan dalam pertemuan negara-negara anggota OKI bersama Kementerian Haji Arab Saudi di Jeddah.

"Beliau usulkan agar ada solusi lain yaitu perekaman retina yang sama akuratnya. Hanya mungkin teknologinya perlu dikembangkan," ucap Nasrullah, dikutip dari laman Kemenag RI, Rabu (14/6).

"Dan tadi usulan mengganti perekaman sidik jari dengan retina bagi (jemaah) yang bermasalah ini sangat diapresiasi Kementerian Haji Arab Saudi," sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar Pemerintah Arab Saudi memperluas layanan fast track.

Saat ini, layanan tersebut baru bisa dilakukan untuk jemaah embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) dan Jakarta-Bekasi (JKS) yang terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Kita ada 13 embarkasi, saya kira semuanya diusulkan mendapat layanan fast track," demikian Nasrullah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya