Berita

Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustopa/RMOLJabar

Politik

Rombak Pengurus Nasdem Indramayu, Saan Mustopa Tegaskan Tak Ada Jual Beli Nomor Urut Bacaleg

RABU, 14 JUNI 2023 | 16:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Putusan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Indramayu, Yosep Husein Ibrahim, untuk memilih lompat ke Perindo membuat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jabar melakukan restrukturisasi.

Perubahan struktur pengurus dilakukan sebagai bentuk kesigapan DPW Partai Nasdem Jabar yang berkomitmen memenangkan Pemilu 2024 nanti.

Ketua DPW Partai Nasdem Jabar, Saan Mustopa menyampaikan, pada Sabtu (3/6) DPW telah menyerahkan dokumen terkait kepengurusan DPD Nasdem Indramayu ke DPP.


Setelah dokumen diserahkan, lanjut Saan, saat ini DPW telah menerima SK restrukturisasi DPD Partai Nasdem Indramayu dengan nomor 366.

"Hari ini susunan kepengurusan DPD Indramayu sudah terbentuk, dan SK DPP-nya sudah keluar," ujar Kang Saan, sapaan akrab Saan Mustopa, diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (14/6).

Adapun susunan sementara kepengurusan DPD Partai Nasdem Indramayu adalah Ketua dijabat Ade Sudrajat, Sekretaris Sri Wahyuni, serta Bendahara Ainun Nadjib.

Ditegaskan Kang Saan, Nasdem Jabar sangat patuh terhadap komitmen dan prinsip dasar partai yang dinakhodai Surya Paloh tersebut seperti money politic, politik transaksional, termasuk mahar politik sebagaimana yang dituduhkan mantan Ketua Nasdem Indramayu, Husein Ibrahim.

"Jadi tidak ada namanya jual beli nomor urut," tegasnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan dan mekanisme partai di daerah, dia menjelaskan, DPW memberikan kewenangan penuh kepada setiap DPD untuk melakukan penyusunan calon anggota legislatif maupun proses rekrutmen.

"DPW tidak melakukan intervensi. DPW hanya mengawasi ketika terjadi penyalahgunaan yang diberikan, seperti mentransaksikan posisi dalam bentuk jual beli nomor urut, baru DPW melakukan tindakan terhadap DPD," tuturnya.

"Apa yang beredar saat ini terkait mahar politik, saya tegaskan tidak ada selama proses rekrutmen, penetapan, sampai didaftarkan ke KPU, tidak ada satu caleg pun itu yang ditransaksikan," imbuhnya.

Dari 91 caleg Nasdem Indramayu, dia menyebutkan, hanya satu orang saja yang bermasalah.

"Sembilan puluhnya tidak mempersoalkan berapapun nomor urutnya," terang Saan.

Ditambahkan Saan, sebelum mundur dari jabatan Ketua DPD Partai Nasdem Indramayu, Husein Ibrahim pernah datang dan mengeluhkan terkait wacana sistem Pemilu 2024 yang bisa menggunakan sistem proporsional tertutup.

"Optimisme beliau (Husein Ibrahim) tinggi, akan mendapatkan 25 kursi di Dapil Jabar 8. tTpi enggak tahu tiba-tiba MK belum berubah, belum putuskan, dia sudah ambil kesimpulan sistem pemilunya tertutup," tandasnya.

Sebelumnya, mantan Ketua DPD Partai Nasdem Indramayu Husein Ibrahim mundur dan pindah ke Perindo karena mengaku diminta mahar sebesar Rp3,5 miliar agar bisa mendapatkan nomor urut cantik di daftar bacaleg.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya