Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Tudingan Riak Berbahaya Jokowi Seolah Mengarah ke Anies Baswedan

MINGGU, 11 JUNI 2023 | 07:56 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Alasan Presiden Joko Widodo bahwa cawe-cawe politiknya untuk mencegah riak-riak yang membahayakan bangsa, dianggap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin sebagai kekhawatiran yang berlebihan.

Ujang menganalisis, riak-riak yang dianggap membahayakan negara dan bangsa oleh Jokowi seolah dialamatkan untuk Anies Baswedan yang saat ini diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

"Tudingan ini diarahkan kepada kalangan di luar pemerintah tepatnya oposisi," kata Ujang saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/6).


"Bisa jadi menuduh Anies menjalankan politik identitas yang didukung kelompok 212. Itu stigma yang tidak benar," sambungnya.

Menurutnya, Anies Baswedan sejak masih menjabat Gubernur DKI Jakarta dianggap sudah berseberangan secara politik pemerintahan dengan Jokowi.

Sikap oposisi Anies makin kentara ketika diusung oleh tiga parpol anggota KPP yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem, dan Demokrat.

"Cawe-cawe itu urusan pribadi. Tapi kalau presiden cawe-cawe ini yang dikhawatirkan abuse of power," tandas analis politik Universitas Al Azhar itu.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya