Berita

Indonesia menerima keketuaan ASEAN 2023/Net

Suara Mahasiswa

Keketuaan ASEAN 2023: Peluang Indonesia Promosikan Kepentingan Nasional

OLEH: ANA FAIRUZ*
RABU, 07 JUNI 2023 | 12:24 WIB

POSISI sebagai ketua di ASEAN bukan hal yang baru bagi Indonesia. Sebelumnya, Indonesia pernah menjalankan keketuaan ASEAN pada tahun 1976, 2003, dan 2011.

Dalam menyambut momentum ini, kementerian/lembaga di Indonesia melakukan persiapan dan memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) memiliki visi dan prioritas yang sama dalam merumuskan program-program yang sesuai dengan identitas ASEAN dan kepentingan nasional Indonesia.

Selain itu, masyarakat Indonesia juga dapat berpartisipasi dalam mendukung dan merealisasikan program-program tersebut.


Dalam menjalankan keketuaannya, Indonesia bergerak sesuai tema besar ASEAN 2023 yang telah disepakati yaitu “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Dalam tema tersebut, terdapat dua poin utama, yakni geopolitik dan geoekonomi.

Secara singkat, untuk mencapai tujuan dari tema ini diperlukan continuing, saling bersinergi antar anggota dalam merealisasikan komitmen di ASEAN dan change, menyusun inovasi terhadap tantangan baru yang muncul dari kawasan maupun global.

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara, tentunya banyak negara anggota yang mengharapkan keketuaan Indonesia di ASEAN dapat memberikan inovasi-inovasi dalam menghadapi tantangan internasional dan meningkatkan diplomasi ekonomi, kesehatan, dan keamanan kawasan.

Selanjutnya bagaimana Indonesia dalam memenuhi ekspektasi negara anggota terkait pencapaian kepentingan regional, sekaligus di sisi lain memanfaatkan peluang dan peran strategisnya untuk memberikan dampak positif bagi warga negaranya.

Indonesia memiliki potensi besar dalam memainkan peran strategis untuk meningkatkan lingkup domestiknya. Beberapa faktor seperti populasi penduduk yang besar, negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia, negara muslim terbesar, serta termasuk dari 20 ekonomi terbesar dunia dalam G20 menjadi peluang Indonesia untuk menyelaraskan kebijakannya agar sejalan dengan kepentingan nasionalnya.

Langkah awal Indonesia terlihat dari laman web Sekretariat Kabinet RI yang menyatakan bahwa pertemuan tingkat menteri dalam mempersiapkan program-program selama masa keketuaan Indonesia, dimanfaatkan untuk mempromosikan destinasi wisata dengan cara menyelenggarakannya di kota-kota yang terkenal memiliki tempat wisata unggulan seperti Bali, Labuan Bajo, Lombok, Makassar, Medan, Yogyakarta, dan masih banyak lagi.

Dengan ini, diharapkan dapat meningkatkan devisa negara baik di pusat maupun daerah.

Sejak masa pemerintahan Presiden Jokowi, Indonesia dalam melaksanakan program-programnya berlandaskan pada RPJMN dan RKP, tetap dapat memprioritaskan kepentingan domestik tanpa mengabaikan identitas ASEAN.

Terlebih, perencanaan yang ada di dalam dokumen RPJMN itu bertujuan untuk meningkatkan posisi Indonesia di kancah internasional.

Sebelum ke tingkat global, Indonesia memiliki target untuk menjadi yang berpengaruh di kawasan, hal ini sejalan dengan sasaran pembangunan politik luar negeri Indonesia yang ingin berperan sebagai regional great power.

Dalam mewujudkan cita-cita tersebut, momentum keketuaan Indonesia di ASEAN merupakan waktu yang tepat untuk digunakan dalam memainkan peran norm setting dan norm making serta mewujudkan kepemimpinan Indonesia yang efektif di ASEAN.

Melalui ASEAN juga, Indonesia berupaya menguatkan peran diplomasinya secara global. Hal ini terdapat dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional dalam visi Indonesia 2045, bahwa ASEAN sebagai media dalam merealisasikan diplomasi Indonesia yang aktif.

*Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya