Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rifan/RMOL

Politik

Siapapun Capres 2024, Mustahil Menang Tanpa Cawapres NU

SELASA, 06 JUNI 2023 | 18:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tokoh Nahdlatul Ulama menjadi faktor kemenangan tiga kandidat calon presiden (Capres) yang mengemuka, apabila direkrut sebagai calon wakil presiden (Cawapres).

Begitu analisa Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rifan saat merilis hasil survei bertajuk “Preferensi Suara NU dan Peta Elektoral Pilprers 2024 di Provinsi Jawa Timur”, di Sofyan Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/6).

“NU yang menguntungkan. Setiap pilpres, cawapresnya dari kalangan NU,” ujar Ali dalam paparannya.


Kandidat Doktor politik Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan, sejak Pemilu 2004 tokoh NU kerap dicomot sosok capres yang ikut kontestasi.

“Sekarang semua capres wait and see. Karena bacaan saya, begitu satu ngambil tokoh NU, maka dua tokoh capres lainnya ambil tokoh NU juga,” sambungnya.

Menurutnya, dari 3 kandidat capres yaitu Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo, punya lumbung berbeda.

“Prabowo dan Anies Jabar. (Sementara) Ganjar Jateng,” urainya.

Namun Ali mengamati, lumbung suara di wilayah Jatim belum maksimal digarap oleh ketiga capres tersebut. Sehingga, strategi pemenangan mereka harus merekrut cawapres dari kalangan NU asal Jatim.

“Bacaan saya, kalau mampu memenangkan di Jatim 60 persen saja, dia sudah bisa menjadi pemenang. Kalau tiga (wilayah provinsi di) Jawa harus (mengumpulkan suara) 40 (persen masing-masing wilayah), dia sudah bisa jadi pemenang di Pilpres,” tandasnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya