Berita

Anies Baswedan bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/RMOL

Politik

Temui SBY di Pacitan, Anies Ingin Pastikan Tiket Nyapres Aman?

SABTU, 03 JUNI 2023 | 17:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kunjungan Anies Baswedan ke kediaman Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Pacitan, Jawa Timur, Jumat (2/6), menyisakan pertanyaan terkait posisi Partai Demokrat.

Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan, mengamati, SBY menjadi salah satu tokoh sentral dalam konstelasi politik jelang Pilpres 2024, sehingga belakangan tidak hanya Anies yang sambang SBY.

"Sudah dilobi Gerindra, PKB dan Golkar," kata Yusak, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (3/6).


Namun, menurutnya, SBY bersama partai berlambang mercy menunjukkan komitmennya mendukung Anies sebagai Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), meski pernah disambangi Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, hingga Muhaimin Iskandar.

"Pertemuan Anies dengan SBY di Pacitan menandai keseriusan mereka dalam satu perahu koalisi," tambahnya menegaskan.

Dekan FISIP Universitas Sutomo itu tak heran jika Anies mendatangi SBY beserta Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY), guna memastikan tiket nyapres tetap di kantong.

Pasalnya, belakangan muncul isu pengambilalihan Partai Demokrat oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, yang jika berhasil bakal mengurangi kecukupan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden kubu KPP.

"Saya kira potensi Demokrat pindah gerbong cukup sulit," tuturnya.

Sebab itu Yusak apatis jika Partai Demokrat mengalihkan dukungan ke kubu koalisi selain KPP.

"Jika Demokrat loncat, Anies justru tidak bisa nyapres," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya