Berita

Penjaga keamanan menjaga agar Presiden China Xi Jinping yang terhuyung-huyung tidak sampai terjatuh pertemuan ekonomi di Saint Petersburg/Net

Dunia

Ini Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Jatuh di Depan Umum Seperti Joe Biden

SABTU, 03 JUNI 2023 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Insiden jatuhnya Presiden Biden di atas panggung saat upacara kelulusan Akademi Angkatan Udara AS di Colorado menjadi berita utama di seluruh dunia pada Jumat (2/6).

Bart Cammaerts, seorang profesor politik dan komunikasi di London School of Economics buka suara atas insiden yang dianggap bisa merusak citra seorang pemimpin.

"Itu merusak citra kesempurnaan tokoh-tokoh kuat," kata Cammaerts kepada The Washington Post.


“Bayangkan komedi slapstick, mematahkan keseriusan dan aspek seremonial dari acara tersebut,” ujarnya, menyoroti Biden yang tersandung karung lalu terjatuh.

Memproyeksikan citra yang tepat adalah urusan serius bagi politisi. Dalam kasus Biden, para pengkritik segera menggunakannya sebagai kesempatan untuk menyoroti usia dan kebugaran Biden.

“Dengan orang-orang yang berkuasa, ada begitu banyak upaya untuk mengontrol citra publik — bahasa tubuh, ucapan, ekspresi wajah — sehingga (ketika ada insiden jatuh), semua hal itu hilang sekaligus. Ini sangat sangat mencekam,” kata Dan Stevens, profesor perilaku politik di Amerika Serikat dan Inggris di Universitas Exeter.

Meskipun demikian, apa yang dialami Biden sangat manusiawi oleh sebagian kalangan. Sebab sebelumnya, beberapa pemimpin dunia pernah mengalami peristiwa serupa.

Itu termasuk Hillary Clinton, yang tertekuk dan tersandung pada tahun 2016 selama upacara peringatan 9/11 di New York. Beritanya sempat menghebohkan saat itu, sebab dirinya sedang dalam masa kampanye pilpres AS.

Clinton didiagnosis menderita pneumonia, dan dokternya mengatakan dia menjadi kepanasan dan dehidrasi pada acara tersebut. Insiden itu menjadikan suasana pilpres makin panas dan berat, terutama karena saingannya, Donald Trump, telah berulang kali mempertanyakan stamina istri Bill Clinton untuk menjabat dan menuduhnya sedang kelelahan.

Selanjutnya Trump, yang terlihat limbung saat menyelesaikan pidatonya di Akademi Militer AS di West Point pada tahun 2020.

Langkahnya yang lambat dan goyah saat menuruni tanjakan membuat para pengkritiknya menggunakan tagar #TrumpIsNotWell.

Saat itu para pengkritiknya dengan cepat membandingkan insiden tersebut dengan video saat saingannya, Biden, melakukan jogging.

Trump membela diri dengan mengatakan bahwa tangga itu panjang dan curam, tidak memiliki pegangan dan, yang paling penting, sangat licin.

Trump juga menjadi berita utama di Inggris Raya ketika dia memegang tangan Perdana Menteri Theresa May pada 2017 selama kunjungannya ke Gedung Putih. Trump tampak meraih tangannya saat dia berjalan menuruni tangga, sebelum menepuknya dan melepaskannya.

"Insiden itu datang sebagai kejutan bagi May," kata penasihatnya.

Tepat 48 tahun yang lalu, Presiden Gerald Ford juga mengalami hal serupa. Insiden memalukan itu terjadi di luar negeri saat dia turun dari Air Force One di kota hujan Austria Salzburg.

Ditemani oleh istrinya, Ford, berjalan dengan ragu-ragu menuruni tangga pesawat yang basah sebelum akhirnya ia kehilangan keseimbangan dan jatuh meluncur menuruni anak tangga.

"Insiden tersandung, terutama dari politisi yang lebih tua, sering dibingkai sebagai bagian dari narasi tentang kebugaran seseorang untuk menjabat," kata Stevens, mengutip contoh Bob Dole yang pada usia 73 mencalonkan diri melawan Bill Clinton pada tahun 1996 dan jatuh dari panggung di acara kampanye.

Pemimpin lain yang tidak lolos dari peristiwa yang dialami Biden adalah Presiden China Xi Jinping, yang hampir tergelincir dari panggung di Rusia selama Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada 2019.

Di panggung yang penuh sesak, dikelilingi oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan para pemimpin dunia lainnya, Xi mendekati kerumunan, lalu membungkuk dan melambai sebelum hampir jatuh ke arah mereka.

Xi dengan cepat mengendalikan keseimbangannya dan mendapatkan kembali pijakannya, meskipun terlihat sedikit malu. Namun, ia tetap terlihat tenang, berjalan pergi dan melambai.

Para komentator menamakannya "Kejatuhan Besar China" dan merenungkan implikasi citranya di negara yang berusaha keras untuk menggambarkan Xi sebagai pemimpin yang kuat dan menghindari kritik publik.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya