Berita

Ilustrasi/Net

Suara Mahasiswa

Trans-Pacific Partnership Beri Peluang dan Tantangan untuk Diary Sectors Kanada

OLEH: RIZKY ADINDA PUTRI*
KAMIS, 01 JUNI 2023 | 15:08 WIB

DARI sekian banyak perjanjian perdagangan, ada satu perjanjian yang disebut Trans-Pacific Partnership, yang mana perjanjian ini meliputi 12 negara yang telah menandatangani perjanjian tersebut.

Salah satu dari 12 negara tersebut adalah Kanada. Pada awalnya negara Kanada menolak untuk bergabung dengan TPP dikarenakan ada beberapa visi misi dari TPP tersebut tidak berjalan sesuai visi misi yang dimiliki Kanada.

Namun, pada tanggal 8 Maret 2018, Kanada memberikan keputusan untuk bergabung dengan TPP meskipun harus merelakan pasar sektor susu. Dalam persyaratan TPP, Kanada perlu memberikan akses kepada produk susu asing dan berimbas pada peternakan lokal merugi.


Karena hal ini, Kanada akan mengurangi tarif dan kuota impor susu, yang berpotensi merusak industri susu. Meskipun begitu, Kanada memiliki sistem manajemen pasokan untuk industri susu yang memastikan harga stabil bagi peternak sapi perah dan mendukung industri dalam negeri.
 
Perhatian utama peternak sapi perah Kanada adalah potensi masuknya produk susu asing yang lebih murah dan akan membuat persaingan produsen dalam negeri.

Kritikus berpendapat bahwa peningkatan impor akan mengganggu sistem manajemen pasokan dan berdampak negatif terhadap mata pencaharian peternak sapi perah Kanada.

Di sisi lain, ada beberapa peluang dan tantangan yang dihadapi Kanada saat bergabung dalam Trans-Pacific Partnership (TPP).

Pertama, perjanjian tersebut mencakup negara-negara seperti Jepang, Australia, Meksiko, Vietnam, yang memberikan peluang potensial bagi eksportir Kanada memperluas jangkauan mereka dan memasuki pasar baru.

Kedua, adanya batas akses pasar untuk produk susu asing dan peternak sapi perah Kanada pun mengkhawatirkan potensi gangguan pasar dan meningkatnya persaingan dari impor asing.

Ketiga, kekhawatiran ketentuan kekayaan intelektual TPP dapat menyebabkan perlindungan paten yang lebih lama untuk obat farmasi, berpotensi menunda ketersediaan obat generik yang lebih murah, dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan.

Keempat, Kanada berupaya memastikan bahwa TPP memasukkan standar lingkungan dan perburuhan yang kuat. Ini termasuk ketentuan yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, melindungi hak-hak pekerja, dan menangani masalah lingkungan.

Adanya kebijakan luar negeri Kanada mengenai pasokan susu dalam negosiasi TPP dipengaruhi oleh kombinasi pertimbangan domestik, prioritas perdagangan, dan kebutuhan untuk mencapai keseimbangan antara mendukung kepentingan industri susu dan memajukan tujuan ekonomi yang lebih luas.

Kebijakan Luar Negeri Kanada

Kanada berusaha melindungi kepentingan sektor susu dan menjaga stabilitas pasar domestik. Hal ini meliputi kontrol produksi dan pembatasan impor untuk memastikan harga dan pendapatan stabil bagi peternak sapi perah Kanada.

Dalam negosiasi TPP, Kanada menghadapi tekanan untuk menyediakan akses yang lebih besar ke produk susu asing. Meskipun begitu, Kanada berusaha menyeimbangkan produsen susu dalam negeri dan potensial dari akses pasar yang diperluas untuk sektor ekonomi lainnya.

Kebijakan luar negeri Kanada bertujuan untuk mengurangi potensi gangguan pada sektor susu akibat peningkatan impor di bawah TPP. Ini melibatkan negosiasi periode transisi, kuota tingkat tarif, dan tindakan pengamanan untuk mengelola dampak pada produsen dalam negeri.

Jika dilihat dari teori Hubungan Internasional, maka teori yang tepat dalam isu ini adalah teori Liberal Intergovernmental, yang mana teori ini menunjukan jika negara sebagai aktor yang menentukan preferensinya, namun, adanya kepentingan dari kelompok sosial akan memberikan preferensi mana saja yang akan dipilih oleh pemerintah.

Pemerintah menyatukan keseluruhan saran yang telah diberikan. Hal ini menunjukkan jika keikutsertaan masyarakat untuk memberikan suara terhadap keputusan Kanada bergabung dengan TPP.
 
TPP dipandang sebagai peluang bagi Kanada untuk memperdalam integrasi ekonominya dengan ekonomi Asia-Pasifik. Dengan berpartisipasi dalam perjanjian tersebut, Kanada bertujuan untuk mendiversifikasi hubungan perdagangannya dan mengurangi ketergantungannya pada mitra tradisional, seperti Amerika Serikat.

Memperkuat hubungan dengan perekonomian yang dinamis di kawasan juga dipandang penting untuk pertumbuhan dan daya saing ekonomi jangka panjang.

*Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya