Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Perdana, NASA Akan Gelar Diskusi Publik soal Kebenaran UFO

RABU, 31 MEI 2023 | 20:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pertemuan publik yang diinisiasi NASA untuk mendiskusikan apa yang Pentagon sebut sebagai "Unidentified Aerial Phenomena" (UAP) atau biasa dikenal masyarakat sebagai UFO akan segara digelar pada Rabu (31/5).

Kelompok Ilmuan NASA yang beranggotakan 16 orang terdiri dari para ahli di fisika hingga astrobiologi akan membicarakan tentang ada atau tidaknya relasi antara UAP/UFO dengan ruang angkasa.

Mengutip The Star, NASA dipandang sebagai badan yang menjanjikan pendekatan lebih terbuka terhadap topik yang telah lama dianggap tabu oleh lembaga pertahanan AS.


Rencana diskusi publik tentang UFO, menandakan bahwa AS telah mengubah sudut pandangnya setelah beberapa dekade menolak eksistensi yang telah lama diasosiasikan dengan pengertian piring terbang dan alien.

Tahun lalu, NASA membuat pernyataan, bahwa UAP tidak terbukti memiliki hubungan dengan ruang angkasa.

Namun baru-baru ini, UAP didefinisikan NASA sebagai peristiwa di langit yang tidak dapat diidentifikasi sebagai pesawat terbang atau fenomena alam yang diketahui dari perspektif ilmiah.

Pentagon mendapat banyak ratusan laporan penampakan UFO baru yang tengah diperiksa, meskipun sebagian besar penampakan itu tetap tidak bisa dijelaskan dengan sains.

Kendati demikian, mereka mengaku tidak mengesampingkan adanya kehidupan alien yang cerdas, meskipun belum bisa dibuktikan apakah mereka benar-benar berasal dari ruang angkasa atau tidak.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya