Berita

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman

Politik

Benny Harman: Kepala Negara Masa Cawe-cawe

SELASA, 30 MEI 2023 | 21:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo mengakui bahwa pihaknya cawe-cawe dalam Pemilu 2024, demi kepentingan bangsa.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny Kabur Harman, terkait pernyataan Jokowi ini menyayangkan, karena sebagai kepala negara, seharusnya netral dalam pemilu.

"Presiden itu kan kepala negara, bukan ketua umum partai juga. Kepala negara menurut kami sih harus netral yah, tidak boleh cawe-cawe," tegas Benny di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (30/5).


Menurutnya, pernyataan Jokowi soal cawe-cawe untuk kepentingan bangsa dan negara maka seluruh elemen di pemerintahan baik Kapolri, Ketua MA, Ketua MK, Jaksa Agung, KPK dan BIN boleh cawe-cawe dalam pemilu nanti.

"Mau begitu semua? Apa semua begitu? Oleh sebab itu kami tetap punya pandangan presiden itu harus netral," imbuhnya.

Pihaknya mengatakan, Jokowi boleh mendukung salah satu capres namun sebagai petugas partai dan tidak boleh menggunakan aparatur negara, alat negara untuk merealisasikan apa yang dimaksudkan Jokowi dengan kepentingan bangsa dan negara.

"Jadi tidak boleh, menggunakan aparatus negara untuk mewujudkan kepentingannya, tidak boleh menggunakan aparatus negara untuk membatasi, menghalang-halangi dan menyingkirkan calon-calon presiden atau wakil presiden yang bukan pilihannya," ujarnya.

Jokowi, kata Benny, harus menjaga iklim demokrasi, menjaga iklim persaingan sehat dalam politik. Sebab, Jokowi adalah kepala negara, dia bukan kepala petugas partai.

"Jadi itu intinya tidak boleh menggunakan alat negara untuk menggalang-halangi untuk menyingkirkan calon presiden atau calon wakil presiden yang bukan dari kubu parpol yang tidak diusung oleh parpol yang diusungnya atau yang dia tidak dukung," tutupnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya