Berita

Mantan Menteri Luar Negeri AS dan Penasihat Keamanan Nasional, Henry Kissinger/Net

Dunia

Henry Kissinger: Ukraina Harus Terima Krimea dan Sevastopol Tetap Dicaplok Rusia

MINGGU, 28 MEI 2023 | 21:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Upaya Ukraina untuk merebut kembali wilayah Krimea dan Sevastopol yang dicaplok Rusia 2014 lalu hanya akan menimbulkan kondisi bahaya bagi seluruh dunia.

Hal itu diungkap oleh mantan Menteri Luar Negeri AS dan Penasihat Keamanan Nasional, Henry Kissinger dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal pada Sabtu (27/5).

Menurut Kissinger, Ukraina harusnya dapat menerima dan tidak memaksakan upaya pengambilalihan tersebut karena memiliki konsekuensi negatif bagi stabilitas keamanan internasional.


"Bagi Rusia, hilangnya Sevastopol, yang selalu bukan milik Ukraina dalam sejarah, akan menjadi kehancuran sehingga persatuan negara akan berada dalam bahaya," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa Rusia tidak akan tinggal diam dan perang yang berkelanjutan akan mampu memecah integritas internasional yang telah dibangun selama ini.

Kissinger juga menyarankan, agar Ukraina segera bergabung dengan NATO jika perang berakhir.

"Saya dalam posisi ironis bahwa saya sendirian ketika saya menentang keanggotaan, dan saya hampir sendirian ketika saya mendukung keanggotaan (Ukraina) dalam NATO," ungkapnya.

Setelah kudeta Februari 2014, Krimea dan Sevastopol mengadakan referendum, di mana 96,7 persen warga Krimea dan 95,6 persen pemilih Sevastopol memilih untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani kesepakatan reunifikasi pada 18 Maret 2014, yang diratifikasi Dewan Federasi (majelis tinggi parlemen Rusia) pada 21 Maret 2014.

Terlepas dari hasil referendum yang meyakinkan, Kyiv menolak untuk mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya