Berita

Seragam British Airways yang baru/Net

Dunia

British Airways Perkenalkan Seragam Baru, Termasuk Tunik dan Hijab untuk Pramugari Muslim

RABU, 24 MEI 2023 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Maskapai penerbangan milik pemerintah Inggris, British Airways, telah meluncurkan seragam baru untuk karyawan mereka, termasuk pramugari beragama Islam.

The National melaporkan Selasa (23/5), seragam, yang dirancang oleh perancang busana Savile Row dan penjahit Ozwald Boateng, telah mulai didistribusikan kepada karyawan.

Koleksinya mencakup setelan jas tiga potong untuk pria dan beberapa pilihan untuk wanita, termasuk pengenalan jumpsuit modern – yang pertama untuk maskapai ini. Ada juga pilihan tunik dan hijab.


Staf darat dan mekanik akan menjadi yang pertama mengenakan seragam, setelah itu awak kabin, pilot, dan agen check-in akan menyusul.
Seragam baru ini tetap mempertahankan warna British Airways tradisional, dengan koleksi yang disegarkan menampilkan perpaduan biru tua dan merah. Setelan jas tiga potong untuk pria, serta gaun, rok, celana panjang, dan jumpsuit modern untuk wanita, semuanya mengusung skema warna ini.

Maskapai mengatakan polanya terinspirasi oleh pergerakan udara di atas sayap pesawat, sedangkan hijab dirancang untuk kenyamanan dan kemudahan sambil menghormati sentimen budaya dan agama.

Saat staf mulai mengenakan seragam baru, mereka akan mengembalikan pakaian Julien MacDonald mereka, yang akan disumbangkan untuk amal atau didaur ulang untuk membuat barang-barang seperti mainan dan tempat tablet. Beberapa bagian akan ditambahkan ke koleksi museum maskapai.

Boateng terkenal dengan desain inovatifnya, menghabiskan waktu membayangi karyawan maskapai penerbangan untuk memahami kebutuhan mereka.

Sang perancang, Savile Row, yang berdarah Ghana mengatakan, merancang seragam tersebut bukan sekedar merancang sehelai pakaian.

"Itu tentang menciptakan perubahan energik secara internal," ujarnya.

Ketua dan kepala eksekutif British Airways, Sean Doyle, menekankan bahwa desain baru diciptakan untuk mencerminkan Inggris modern dan mewakili layanan yang dibanggakan oleh orang-orang mereka.

"Seragam kami adalah representasi ikonik dari merek kami, sesuatu yang akan membawa kami ke masa depan," ujarnya.

Emma Carey, seorang anggota awak kabin British Airways menyambut baik langkah perusahaan.

“Sangat menyenangkan melihat bahwa penyesuaian dilakukan setelah umpan balik kami. Saya tidak sabar menunggu pelanggan kami melihat koleksi baru ini," katanya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya