Berita

Pemilih Turkiye menyambut pemillu dengan gempita/Net

Dunia

Pemilu Turkiye 2023: Istimewa dengan Tiga Kandidat yang Bersaing Ketat

SENIN, 15 MEI 2023 | 00:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemilihan umum Turkiye tahun ini menjadi yang istimewa karena terselenggara saat negara itu menandai hari jadinya yang ke-100.

Juga menjadi istimewa karena kursi presiden di pemilihan tahun ini diperebutkan dengan sangat ketat.

Presiden Recep Tayyip Erdogan yang telah berkuasa selama 20 tahun berhadapan dengan penantangnya yang menurut jajak pendapat jauh lebih unggul.


Kemal Kilicdaroglu, pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP), adalah saingan utama Erdogan. CHP merupakan  partai politik tertua di Turki yang didirikan oleh Mustafa Kemal Ataturk, presiden pertama dan pendiri Republik Turki modern.

Lebih dari 64 juta warga Turki memberikan suara pada Minggu (14/5) untuk memilih presiden dan parlemen.

Tempat pemungutan suara telah dibuka sejak pukul 8 pagi dan ditutup pada pukul 5 sore waktu setempat, dengan total 191.884 kotak suara yang terpasang, baik di dalam maupun di luar negeri.

Dikutip dari DW, pelaporan hasil sebelum jam 9 malam waktu Turki, tidak diperbolehkan, sehingga indikasi pertama dari hasil tersebut mungkin tidak muncul hingga larut malam. Namun, otoritas pemilu dapat mengizinkan media lokal melaporkan hasil lebih awal.

Ada tiga kandidat yang mengikuti pemilihan ini, di mana setiap kandidat perlu menerima lebih dari 50 persen suara  untuk menghindari putaran kedua.

Dengan persaingan ketat yang diperlihatkan jajak pendapat pada Jumat, para pengamat mengatakan ada kemungkinan terjadi putaran kedua, yang dalam hal ini akan digelar pada 28 Mei.

Kandidat pertama adalah presiden petahana Recep Tayyip Erdogan, yang merupakan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP atau Partai AK). Dia memimpin Turki sejak 2003 sebagai perdana menteri dan sejak 2014  sebagai presiden.

Pria berusia 64 tahun ini dikenal dengan pandangan konservatif dan tekadnya untuk meningkatkan kemandirian negaranya di bidang-bidang utama, seperti industri pertahanan, energi, dan ekonomi.

Dia menyukai hubungan dekat dengan Rusia, khususnya dalam kerja sama energi dan pertahanan, meskipun ada perbedaan pendapat dengan Barat.

Kandidat kedua adalah saingan utama Erdogan, Kemal Kilicdaroglu dari Partai Rakyat Republik (CHP). Kilicdaroglu adalah pengkritik keras kebijakan Erdogan, khususnya pandangannya tentang demokrasi dan hak asasi manusia.

Kilicdaroglu menyukai hubungan yang lebih dekat dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat, dan memiliki pendekatan yang hati-hati dalam hubungan dengan Rusia.

Kandidat berikutnya adalah Sinan Ogan, yang mewakili Aliansi Leluhur sayap kanan. Ogan adalah pengkritik Erdogan dan Kilicdaroglu, mengklaim bahwa keduanya tidak dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi Turki saat ini.

Sebelumnya, ada seorang kandidat lain yaitu Muharrem Ince. Namun, pada Jumat ia mengumumkan pengunduran dirinya karena marah dengan fitnah yang disebarkan tentang dirinya.

Pengunduran diri Ince yang terjadi hanya dua hari menjelang pemilihan membuat otoritas pemilihan utama Turki, yaitu Dewan Pemilihan Tertinggi, tidak dapat membatalkan suara untuk Ince. Inilah yang disebut-sebut pengamat bahwa putaran kedua lebih mungkin terjadi karena salah satu alasannya adalah mundurnya Ince akan mempersulit kandidat mana pun untuk mengumpulkan jumlah suara yang dibutuhkan.

Erdogan, saat menghadiri rapat umum di Istanbul pada Sabtu, mengatakan dia yakin akan menang di putaran pertama, meskipun ia juga mengatakan akan menerima apa pun hasil pemilu. Ia mendesak para pendukungnya untuk "melakukan yang terbaik" untuk mencapai kemenangannya di kotak suara.

Menurutnya, hasil pemungutan suara akan mengirimkan pesan kepada Presiden AS Joe Biden yang beberapa tahun lalu menyatakan dukungannya kepada Kilicdaroglu.

Di hari yang sama, selain memilih presiden, warga Turki juga akan memilih anggota Grand National Assembly, parlemen unikameral Turki di mana sebanyak 36 partai memperebutkan kursi parlemen.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya