Berita

Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra usai menyerahkan formulir pendaftaran bacaleg) ke KPU RI/RMOL

Politik

Sekjen PBB: Ketum Kami Negarawan, Sosok yang Dibutuhkan Presiden 2024

SABTU, 13 MEI 2023 | 15:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kursi calon wakil presiden (cawapres) di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) masih kosong. Untuk kekosongan itu, Partai Bulan Bintang (PBB) memberikan tawaran figur kompeten yang dimilikinya.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Afriansyah Noor, usai menemani Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon anggota legislatif (Bacaleg), ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5).

Ia mengurutkan, PBB memiliki figur sentral yang dibutuhkan oleh Presiden RI terpilih di Pilpres 2024. Di mana, sosok yang dimaksud ialah Yusril.


"Ketum kami ini (Yusril) kan tokoh, negarawan, dan ahli hukum, yang mungkin nanti dibutuhkan presiden terpilih," ujar Afriansyah di hadapan Yusril dalam kesempatan jumpa pers.

Berkaitan dengan capres yang akan di dukung PBB di 2024, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) ini memastikan akan bergabung dengan Koalisi KKIR.

Menurutnya, KKIR yang dinaungi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) punya kans menang di Pilpres 2024. Pasalnya, barisan ini sudah punya figur calon presiden (capres) yang punya banyak pendukung.

"Tentu presiden terpilih adalah Pak Prabowo Subianto. Itu sudah konkret ya. Saya ngomong depan ketua umum ini. Jadi tinggal nyari cawapresnya siapa," ucapnya disambut gelak tawa Yusril dan para elite PBB yang hadir.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya