Berita

Angkatan Udara Kerajaan Inggris mempersenjatai jet Eurofighter Typhoon dengan rudal Storm Shadow/Net

Dunia

Tanggapi London yang Kirim Rudal untuk Kyiv, Moskow: Inggris Nampaknya Siap Lewati Garis Merah

SABTU, 13 MEI 2023 | 11:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Moskow telah menanggapi serius keputusan Inggris untuk memasok rudal jelajah jarak jauh untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya pada Jumat (12/5), mencap langkah itu sebagai langkah yang sangat tidak bersahabat dari pihak Inggris, yang membuktikan tingkat keterlibatan London yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik tersebut.

“Terbawa oleh permainan geopolitik, Inggris tampaknya siap untuk melewati garis merah dan membawa konflik ke tingkat yang benar-benar baru dalam hal kehancuran dan korban,” bunyi pernyataan Kementerian tersebut, seperti dimuat RT, Sabtu (13/5).


Rusia berhak untuk mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu untuk menetralisir ancaman yang mungkin timbul dari penggunaan rudal jelajah Inggris oleh Ukraina.

"Mereka yang berada di balik langkah sembrono ini dan aktivitas destruktif London secara umum akan harus disalahkan atas akibatnya," lanjut pernyataan itu.

Pada Kamis, Inggris mengkonfirmasi telah menyerahkan beberapa rudal jelajah Storm Shadow ke Ukraina. Senjata tersebut dapat mencapai target lebih dari 250 km (155 mil). Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengklaim itu adalah tanggapan yang disesuaikan dan proporsional oleh London terhadap situasi di Ukraina.

Washington kemudian mengindikasikan pada Jumat bahwa mereka enggan mengikuti langkah London.

AS memang telah lama menolak untuk memberi Kyiv senjata jarak jauh seperti rudal ATACMS. Pada Maret, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley mengatakan itu bukan pilihan karena langkah tersebut akan mengurangi stok Pentagon sendiri.

Beberapa pejabat Barat juga telah mengatakan bahwa memberi Ukraina opsi untuk menyerang sasaran di dalam wilayah Rusia, yang diakui oleh AS dan sekutunya, akan menjadi eskalasi besar konflik.

Kyiv telah lama meminta senjata jarak jauh seperti itu. Penasihat utama Presiden Volodymyr Zelensky, Mikhail Podoliak, mengatakan pekan ini bahwa rudal jarak jauh dapat digunakan untuk menyerang Krimea, yang dianggap oleh mereka sebagai wilayah yang diduduki secara ilegal.

Semenanjung Krimea bergabung dengan Rusia pada tahun 2014 setelah referendum.

Moskow telah berulang kali memperingatkan negara-negara Barat bahwa pengiriman senjata yang terus berlanjut ke Ukraina menjadikan mereka peserta de facto dalam konflik—sesuatu yang ditolak keras oleh banyak dari mereka.

Sebelum muncul pernyataan Kemenlu Rusia, Kremlin telah bersumpah untuk memberi “jawaban yang tepat” untuk pengiriman rudal Inggris.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya