Berita

(Kiri ke kanan) Menteri Luar Negeri China, Qin Gang, Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari, dan Penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi/Net

Dunia

China dan Pakistan Tawarkan Bantuan Rekonstruksi Ekonomi untuk Afghanistan

MINGGU, 07 MEI 2023 | 13:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pakistan dan China menawarkan bantuan rekonstruksi ekonomi kepada Afghanistan yang saat ini tengah berada dalam jurang krisis ekonomi yang terus memburuk di negaranya.

Tawaran tersebut disampaikan pada Sabtu (6/5) di Islamabad dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri ketiga negara, Bilawal Bhutto Zardari, Qin Gang, dan pejabat Taliban Amir Khan Muttaqi.

Para pejabat mengatakan pertemuan satu hari itu difokuskan pada cara terbaik untuk membantu Afghanistan meningkatkan keamanan dan meningkatkan stabilitas ekonominya.


"Pesan kami secara konsisten kepada pihak berwenang Afghanistan adalah bantu kami membantu Anda," kata Bilawal, seperti dimuat TRTWorld pada Minggu (7/5).

Pihak China menuturkan hal serupa. Menurut Qin, baik Beijing maupun Islamabad, keduanya siap untuk secara aktif mendukung Afghanistan dengan rekonstruksi ekonomi.

"Kami berharap Taliban akan merangkul pemerintahan yang inklusif dan kebijakan yang moderat serta menjaga hubungan persahabatan dengan tetangganya," katanya.

Perjalanan kenegaraan pejabat Taliban yang belum diakui oleh internasional ini ditanggung sepenuhnya oleh Pakistan, dan telah mendapatkan persetujuan oleh Dewan Keamanan PBB, karena sebelumnya penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan, Muttaqi tengah mendapatkan sanksi perjalanan dari PBB.

Kedua negara yang telah membuka hubungannya dengan Kabul itu memiliki kepentingannya tersendiri dalam menawarkan kesepakatan kerja sama dengan pemerintah Taliban.

Dengan Beijing dikabarkan mengincar sumber daya mineral besar yang belum dimanfaatkan yang terletak di seberang perbatasan bersama mereka yang kecil, dan Islamabad tengah mewaspadai risiko keamanan besar di sepanjang perbatasan bersama mereka, dengan menjamurnya banyak kelompok teroris di sana.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya