Berita

Ketua Bidang Pendidikan Partai Ummat, Dr. Aspizain Chaniago/Ist

Politik

Partai Ummat Minta Negara Intervensi Tata Kelola Pendidikan

SELASA, 02 MEI 2023 | 19:25 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2023, Partai Ummat menyoroti ketidakadilan dalam pembangunan sektor pendidikan yang berpotensi menimbulkan kesenjangan, khususnya di bidang  ekonomi dan pendidikan

Ketua Bidang Pendidikan Partai Ummat, Dr. Aspizain Chaniago, menyampaikan ketidakadilan pembangunan sektor pendidikan tidak saja dalam wujud pembangunan sarana dan prasarana fisik tetapi juga dirasakan dalam memberikan akses tempat pendidikan yang bisa dijangkau masyarakat.

"Sekalipun pemerintah sudah mengalokasikan biaya pendidikan 20 persen dari APBN, namun dalam dimensi keadilan masih menunjukkan terjadinya kesenjangan yang luar biasa," kata Aspizain dalam keterangan tertulis, Selasa (2/4).


Ia menunjuk contoh untuk masyarakat golongan ekonomi menengah akses untuk mendapatkan sekolah-sekolah unggulan sangat terbuka. Sementara untuk masyarakat menengah bawah akses mendapatkan kesempatan di sekolah unggulan sangat terbatas.

Partai Ummat merisaukan jika hal itu dibiarkan akan menimbulkan distorsi di masyarakat. Untuk itu, lanjut Aspizain, Partai Ummat mendorong perlunya intervensi negara dalam mengatur tata kelola pendidikan, terutama untuk sekolah-sekolah swasta di level SD hingga Perguruan Tinggi Negeri.

Partai Ummat juga menyoroti rendahnya kuantitas kesempatan pendidikan di tanah air.  Dari jumlah penduduk 275,36 juta jiwa baru hanya 6,41 persen yang sudah mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Sedangkan yang berpendidikan hingga SLTA 20, 89 persen, SLTP 14,54 persen, SD 11,14 persen, dan yang tidak/belum sekolah sebanyak 65,018 juta jiwa atau 23,61 persen dari jumlah penduduk.

Partai Ummat menilai pembangunan sektor pendidikan masih belum mampu menjadi solusi kondisi geografis, sosial, dan budaya bangsa yang sangat heterogen. Banyak daerah yang belum terjamah layanan pendidikan dengan baik, termasuk fasilitas dan infrastruktur yang rendah.

Untuk itu Partai Ummat mendesak agar keadilan dalam bidang pendidikan juga harus segera dipenuhi mengingat banyaknya masalah keterbelakangan dalam pendidikan. Misalnya di Asia indeks pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN pada umumnya.

Berkaitan dengan masalah prioritas anggaran, Apizain berharap pemerintah harus lebih menunjukkan skala prioritas dalam pembangunan. Boleh saja pemerintah membangun fasilitas fisik sesuai kebutuhan tapi jangan sampai bidang pendidikan terabaikan, karena ini sektor yang paling strategis bukan hanya jangka panjang tapi juga jangka pendek.

"Jangan sampai pembangunan fisik yang desainnya dan alokasi anggarannya awut-awutan menyebabkan pembangunan di bidang pendidikan yang masuk skala prioritas dan dijamin UUD 1945 terabaikan," tegas Aspizain.

Partai Ummat mendesak pemerintah harus betul-betil memberikan perhatian khusus kepada sektor pendidikan, dan lebih dari itu untuk memberikan skala prioritas kepada wilayah yang masih tertinggal bidang pendidikannya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya