Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/Net

Politik

Fahira Idris Ingin Pilpres Diikuti Empat Pasang Capres-Cawapres

JUMAT, 28 APRIL 2023 | 16:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Saat ini sudah ada dua bakal calon presiden (bacapres) yang akan berlaga pada Pemilu 2024 yakni Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dan Ganjar Pranowo dari PDI Perjuangan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, mendorong agar partai politik lainnya segera mendeklarasikan jagoannya.

"Pilpres 2024 publik ingin disajikan lebih dari dua pasang capres," kata Fahira Idris melalui keterangan resminya, Jumat (28/4).


Alasannya, selain ingin lebih banyak alternatif pilihan, publik menyadari bahwa bangsa sebesar Indonesia pasti memiliki banyak calon pemimpin  potensial yang berintegritas dan rekam jejak baik.

"Sangat tidak masuk akal dan jauh dari rasionalitas serta rasa keadilan jika bangsa sebesar Indonesia, rakyatnya ‘dipaksa’ hanya memilih dua pasang capres," tegas Senator Jakarta itu.

Belajar dari pengalaman 2014 dan 2019, dua pasang capres melahirkan banyaknya gesekan dan polarisasi. Maka Pemilu 2024 diharapkan menghadirkan lebih dari dua pasang capres.

"Jika Pilpres 2024 ini bisa menghadirkan empat pasang capres maka akan lebih baik lagi,” tandas Fahira.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya