Berita

Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal dan Paus Vatikan, Paus Fransiskus/Net

Dunia

Ukraina Minta Bantuan Paus Fransiskus Pulangkan Anak-anak yang Dibawa Paksa Rusia

JUMAT, 28 APRIL 2023 | 09:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Upaya Ukraina untuk membawa pulang anak-anak korban perang dari Rusia terus dilakukan. Salah satunya dengan menarik dukungan banyak negara dan pihak, termasuk Paus Fransiskus dari Vatikan.

Baru-baru ini, Kyiv meminta bantuan Paus yang sudah mengutuk invasi Moskow selama setahun terakhir. Permintaan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal ketika melakukan kunjungan ke Vatikan dan bertemu Paus pada Kamis (27/4).

Shmyhal menyampaikan keinginan Kyiv agar Paus bersedia membantu mereka mendapatkan kembali anak-anak yang telah dipindahkan secara paksa oleh Rusia.


"Saya meminta bantuan Vatikan dan Bapa Suci untuk mendapatkan kembali anak-anak yang diambil secara paksa oleh Rusia,” kata Shmyhal dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat The Carlotte Observer.

Ia juga mengundang Paus datang berkunjung ke Ukraina untuk mendiskusikan berbagai hal berkaitan dengan kerjasama kemanusiaan dan upaya perdamaian.

Paus telah berulang kali mencela invasi Rusia di Ukraina. Dia sempat menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Ukraina dan Rusia dalam upaya meningkatkan prospek perdamaian.

Bulan lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin dan komisaris anak-anak Rusia. Mereka diduga melakukan kejahatan perang karena menculik anak-anak dari Ukraina.

Rusia membantah melakukan kesalahan, mereka mengklaim bahwa anak-anak dipindahkan ke tempat yang aman demi keselamatan mereka.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya