Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Misi Muhammadiyah Wujudkan Kalender Islam Global, Termasuk Menyatukan Hari Arafah

KAMIS, 27 APRIL 2023 | 04:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Suatu kalender global Islam yang berlaku secara internasional dinilai sangat perlu. Hal ini penting untuk menyatukan perbedaan tanggal perayaan hari-hari besar Islam seperti Idulfitri 1444 H di sejumlah tempat di berbagai belahan dunia.

Pendiri Lingkar Survei Indonesia (LSI), Denny JA menilai, jika ada kalender global Islam, maka umat Muslim di seluruh dunia akan mengetahui kapan waktunya Idulfitri berbulan-bulan sebelumnya.

Dicontohkan Denny, jika Hari Raya Idulfitri jatuh pada hari Rabu tanggal 3 Mei, maka umat Muslim di Indonesia dan di seluruh dunia akan merayakan pada hari dan tanggal yang sama.


“Sehingga, umat Muslim di seluruh dunia akan bersama-sama merayakan hari kemenangan, bertakbir bersama, silaturahmi, saling kunjung, pada momen hari dan tanggal yang sama,” kata Denny, dalam keterangannya Rabu (26/4).

Menurut Denny, dengan adanya Kalender Global Islam, maka umat Islam memiliki kepastian dan kekompakan dalam merayakan hari besarnya. Terlebih, kemajuan teknologi dan usia kaum muslimin yang sudah 14 abad, sudah cukup menjadi alasan mengapa umat Islam perlu memiliki satu kalender.

Denny menyebut, di era di mana manusia dewasa ini yang telah berhasil menciptakan kecerdasan buatan AI (artificial intelligence) yang canggih, menjadi ironis jika dunia Islam yang sudah berusia lebih dari 1.500 tahun, ternyata belum mampu menciptakan sistem kalender global bersama.

Secara keilmuan, membuat kalender bersama secara global bagi seluruh umat Islam di muka bumi menjadi juga lebih mudah.

Seperti halnya jadwal shalat di seluruh dunia bisa diketahui dengan akurat hingga ke satuan angka jam, menit, dan detik, bahkan untuk satu bulan ke depan.

Di sisi lain, Denny menilai belum adanya Kalender Islam Global dianggap membuat kaum muslimin memiliki perasaan campur aduk. Pasalnya, di satu sisi, ada rasa bangga melihat luasnya toleransi atas perbedaan melaksanakan hari raya. Namun, di sisi lain, ada rasa keprihatinan dengan perbedaan itu.

“Kita bangga melihat luasnya toleransi atas perbedaan itu. Tapi sekaligus juga prihatin atas perbedaan waktu tersebut. Perlukah dan mungkinkah suatu hari kelak umat Islam di seluruh dunia mengembangkan kalender hijriah global, sehingga jauh lebih cepat mengetahui dan bisa bersama di tanggal dan hari yang sama merayakan Idulfitri?” ujar Denny JA.

Terpisah, anggota pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Rahmadi Wibowo Suwarno menyatakan, bagi Muhammadiyah, Kalender Islam Global adalah kalender Hijriah dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

Hal itu berarti satu sistem kalender berlaku di seluruh kawasan muka bumi tanpa kecuali yang berasaskan keselarasan antara hari dan tanggal.

Bahkan, kata dia, Al Quran secara tegas telah memberi petunjuk kepada manusia tentang pentingnya waktu dalam kehidupan.

“Penggunaan waktu dengan yang baik dan bermanfaat menjadikan diri manusia sebagai orang yang beruntung. Sebaliknya kegagalan manusia dalam mengurus dan mengorganisir waktu dengan baik sehingga hidupnya menjadi kacau akan menghantarkan kepada kerugian hidup,” kata Rahmadi dalam keterangannya, Rabu (26/4).

Adapun, mengenai masalah kekacauan sistem waktu di dunia Islam, menurut Rahmadi, disebabkan ketiadaan kalender Islam global.

Oleh karena itu, adanya kalender Islam global menjadi penting karena dapat memberikan kepastian waktu-waktu ibadah dan dapat pula dijadikan sebagai kalender transaksi.

“Penerapan kalender Islam global temasuk dalam kategori hifdzu ad-din (perlindungan keberagamaan). Ini berarti hari-hari ibadah umat Islam dapat tersatukan,” ungkapnya.

“Khususnya ibadah puasa sunah pada hari Arafah, yakni pelaksanaan puasa Arafah di suatu tempat di luar Makkah sesuai dengan tanggal 9 Zulhijjah di Makkah yang merupakan hari Arafah,” demikian Rahmadi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya