Berita

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov /Net

Dunia

Rusia Ancam Batalkan Kesepakatan Ekspor Biji-bijian Ukraina

SELASA, 25 APRIL 2023 | 14:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesepakatan ekspor biji-antara Rusia dan Ukraina terancam batal setelah Kremlin mengeluarkan pernyataan terbaru pada Senin (24/4) waktu setempat.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia tidak melihat bagaimana pengaturan ekspor biji-bijian Ukraina dapat diperpanjang kecuali semua ketentuannya dipenuhi.

“Kami yakin itu tidak dapat diperpanjang tanpa memenuhi persyaratan,” kata Peskov kepada RIA Novosti di Kremlin, seperti dikutip dari RT, Selasa (25/4).


Perjanjian Juli 2022, yang ditengahi oleh PBB dan Turkiye, menetapkan koridor di Laut Hitam untuk ekspor biji-bijian yang aman dari Ukraina, tetapi juga mengharuskan AS dan sekutunya untuk membuka blokir ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia yang terhenti karena sanksi Barat terhadap Pengiriman Moskow yang belum terjadi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberikan surat kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tentang kesepakatan biji-bijian pada Senin, menawarkan laporan terperinci tentang kemajuan yang telah dibuat dan komitmen badan dunia untuk terus bekerja pada masalah yang tersisa.

Lavrov membenarkan adanya surat itu kepada wartawan setelah bertemu dengan Guterres selama lebih dari satu jam. Sekretaris Jenderal menegaskan bahwa Prakarsa Laut Hitam adalah “paket kesepakatan”, tetapi hanya bagian pertama yang berhasil dilaksanakan.

“Sejujurnya, sejauh ini kemajuannya tidak terlalu terlihat,” kata Lavrov.

“Kami tidak melihat keinginan negara-negara Barat untuk benar-benar melakukan apa yang diperlukanvuntuk keberhasilan kesepakatan biji-bijian," katanya.

AS dan UE berpendapat bahwa sanksi mereka secara khusus mengecualikan ekspor pertanian dan pupuk dari Rusia. Barang-barang tersebut tidak memiliki cara untuk mencapai tempat-tempat yang paling membutuhkannya, karena Barat telah memberikan sanksi kepada semua industri perkapalan Rusia dan menolak aksesnya ke layanan perantara dan asuransi.

Sementara kesepakatan itu awalnya disajikan sebagai cara untuk membantu negara-negara terbelakang yang bergantung pada impor makanan, terutama di Afrika, tetapi juga sebagian Asia, sebagian besar ekspor Ukraina sebenarnya berakhir di UE.

Menurut penelitian oleh salah satu outlet Austria, yang diterbitkan pada Februari, sebagian besar jagung Ukraina akhirnya bisa dibuat pakan babi di Spanyol yang menghasilkan jamon yang terkenal dan mahal di dunia, sementara hanya 15 persen dari total ekspor biji-bijian yang dikirim ke Afrika.

Pada bulan Maret, Moskow setuju untuk memperpanjang kesepakatan selama 60 hari, tetapi mengatakan itu tidak akan diperpanjang kecuali semua ketentuannya dipenuhi. Pengaturan saat ini akan berakhir pada 18 Mei.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:03

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45

Festival 1000 Berkah: Dari Sampah Plastik Menjadi Paket Pangan untuk Sesama

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:35

Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:22

Pasar Eropa Bangkit dari Tekanan, STOXX 600 Ditutup Hijau

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:07

Melawan atau Hanyut dalam Tekanan

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:43

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:23

Pedro Sanchez Warisi Politik Bebas Aktif Bung Karno

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:59

TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pesisir Tangerang

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:45

SPPG IFSR Gelar Program Makan Berbuka Gratis Tanpa APBN

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:22

Selengkapnya