Berita

Kawah Putih di Ciwidey diprediksi jadi salah satu destinasi yang diserbu warga pada libur Lebaran tahun ini/Net

Nusantara

Tak Ada PPKM pada Libur Lebaran 2023, Destinasi Wisata di Jabar Diprediksi Diserbu Warga

KAMIS, 20 APRIL 2023 | 12:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Lonjakan wisatawan diprediksi bakal terjadi di libur Lebaran 2023 ini. Salah satu penyebabnya adalah tidak ada lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti yang berlaku pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, kenaikan objek wisata diperkirakan sekitar 25-30 persen dari kunjungan lebaran tahun lalu. Puncak kunjungan wisata diperkirakan terjadi pada H+2 Idulfitri.

"Kita berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata di 27 kabupaten/kota untuk menghadapi pergerakan wisatawan di libur lebaran. Karena 2023 ini jadi tahun yang penting, di mana berakhirnya masa pandemi dan beralih ke masa endemi. Sehingga kemungkinan masyarakat akan lebih bebas untuk mudik dan berwisata," kata Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (19/4).


Dari data Disparbud Jabar, ada beberapa sejumlah destinasi favorit wisatawan yang biasa ramai dikunjungi saat libur Lebaran. Antara lain Pantai Pangandaran, Kebun Raya Bogor, Sariater Hot Spring Subang, Kawah Putih, Jungle Land, dan Taman Sabda Alam.

"Koordinasi tidak hanya dilakukan dengan kabupaten/kota, tapi dengan pengelola destinasi wisata dan juga stakeholder terkait untuk melakukan persiapan-persiapan menghadapi libur Idulfitri," tambahnya.

Disparbud Jabar juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman varian baru Covid-19, Arcturus. Meski belum ada imbauan resmi dari pemerintah pusat, masyarakat tetap disarankan agar selalu menaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker, membawa hand sanitizer, serta menjaga jarak.

"Walaupun belum ada imbauan resmi, tidak ada salahnya masyarakat tetap berhati-hati karena gejala varian Arcturus muncul akhir-akhir ini," tandas Benny.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya