Berita

Mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto saat berorasi di depan Gedung KPK mengkritik Firli Bahuri/RMOL

Politik

SDR: Firli Bahuri Diserang Malah Ganas Tangkap Koruptor

SENIN, 17 APRIL 2023 | 02:20 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Studi Demokrasi (SDR) Hari Purwanto menilai bahwa KPK di bawah komando Firli Bahuri profesional, tidak bisa ditekan apalagi digiring dengan opini negatif.

Buktinya, lanjut Hari, delapan hari terakhir tiga kasus dugaan pidana korupsi ditangkap KPK. Mulai dari Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, korupsi Pejabat Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan dan baru kemarin, Wali Kota Bandung Yana Mulyana.  

“Meskipun KPK saat ini sedang dikriminalisasi oleh Kelompok Kriminalisasi (KEKI) yaitu lewat persoalan ngototnya Endar Priantoro yang dicopot dari posisinya sampai unjuk rasa para pendukung koruptor,” kata Hari dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/4).


Hari merasa heran, mantan komisioner atau pimpinan KPK justru ikut mendukung upaya pelemahan KPK melalui unjuk rasa ini. Namun menurut Hari, Firli Bahuri sangat elegan, dengan menunjukan kinerja KPK menangkap semua pelaku korupsi. Akhirnya publik sadar bahwa para pengunjuk rasa itu membawa kepentingan koruptor.

Bukan tidak mungkin, kata Hari, para pengunjuk rasa ini bisa saja disuruh dan dibiayai para pelaku korupsi yang saat ini kasusnya tengah ditangani oleh KPK.

“Namun kita ketahui bahwa KPK bekerja secara profesional dan mentersangkakan dengan alat bukti dan bukan dengan opini. Bahkan Firli dan KPK semakin didiskreditkan malah makin ganas bekerja,” tegas Hari.

Oleh karena itu, harus diakui bahwa KPK saat ini bekerja secara profesional sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan. Patut diduga aksi menggoyang Firli dan KPK saat ini dilakukan oleh orang-orang yang menjadi pelindung para koruptor atau disuruh koruptor dan dibayar dengan uang hasil korupsi.

“Mungkin mereka sangat kuatir kalau kelompoknya digelandang ke KPK. Makanya Kelompok Kriminalisasi (KEKI) ngotot untuk memasang orang di KPK sebagai pelindung orang korupsi. Segala cara dilakukan oleh para koruptor untuk menghancurkan KPK secara kelembagaan maupun lima komisioner yang bekerja saat ini,” demikian Hari.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya