Berita

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy/Ist

Politik

Selain Beri Diskon, Menko PMK Minta Pengelola Jalan Tol Aktif Sebar Info ke Pemudik

JUMAT, 14 APRIL 2023 | 07:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kepadatan kendaraan di musim mudik Lebaran 2023 menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi berkaca arus mudik tahun lalu, kepadatan kerap terjadi di sejumlah titik termasuk rest area.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta pengelola jalan tol memberikan pelayanan terbaik serta berinovasi. Seperti melakukan interkoneksi antaroperator jalan tol agar para pengguna hanya perlu men-TAP kartu tolnya di pintu masuk dan saat mau ke luar.

Menko PMK juga meminta para operator jalan tol agar dapat memberikan info-info penting dengan jelas pada saat masuk tol maupun di semua rest area mengenai kondisi jalan.


"Pengelola tol juga harus memberikan info tentang jalur alternatif non-tol di sekitar jalan tolnya, dan juga membantu kelancaran pada saat masuk maupun ke luar tol bekerjasama dengan aparat terkait dan pemda setempat," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/4).

Di sisi lain, Menko mengimbau pemudik mengambil waktu lebih awal untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan dan kemacetan di perjalanan. Bahkan bagi pemudik yang pulang kampung lebih awal akan mendapat potongan harga perjalanan sebesar 20 persen.

Potongan diskon ini hanya berlaku bagi pemudik yang berangkat tanggal 16 sampai 18 April, dan pada waktu balik mudik tanggal 26 sampai 27 April 2023. Diskon ini berlaku di Tol Jakarta-Cikampek; Tol Cikupa Merak; Tol Bakauheni-Kayu Agung.

"Diskon ini merupakan hadiah untuk mereka yang telah memutuskan mudik awal," tutup Menko PMK.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya