Berita

Wakil Ketua Umum Golkar Bidang Penggalangan Pemilih dan Co-Chair Badan Pemenangan Pemilu Golkar, Ridwan Kamil/RMOLJabar

Politik

Di Hadapan Airlangga Hartarto, Ridwan Kamil Beberkan Kunci Kemenangan Golkar pada Pemilu 2024

SENIN, 10 APRIL 2023 | 03:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Langkah-langkah untuk mengunci kemenangan pada Pemilu 2024 sudah disiapkan Wakil Ketua Umum Golkar Bidang Penggalangan Pemilih dan Co-Chair Badan Pemenangan Pemilu Golkar, Ridwan Kamil.

Kunci untuk memenangkan Pemilu itu dibeberkan Ridwan Kamil pada acara pemantapan dan pelepasan fungsionaris partai Golkar se-Jabar di Kota Bandung, Minggu (9/4). Dalam acara itu, turut hadir Ketua Umum Airlangga Hartarto dan ribuan kader Partai Golkar.

Awalnya, Ridwan Kamil memberikan sambutan dengan mengungkapkan tekad dari Partai Golkar untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2024. Hal itu meliputi kampanye dengan biaya murah.


"Kampanye paling murah adalah kampanye silaturahmi. Mungkin modal baliho sedikit, medsos terbatas. Warga Jabar, dua kali pengalaman saya (ikut Pilkada), senang ditepuk pundak, disalami, disenyumi oleh kita yang hadir," beber Ridwan Kamil, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, jika ingin mengambil opsi pertama harus diiringi dengan fisik yang kuat. Sebab, dalam sehari harus menyambanginya sejumlah kelompok masyarakat.

"Pengalaman saya, kuatkan fisiknya, sehari delapan rumah yang didatangi, sehari mendatangi kelompok masyarakat, diingat wajah kita, karena kita hadir dengan senyum. Itu nasihat saya pertama," tuturnya.

Selanjutnya, kampanye dengan biaya murah versi Ridwan Kamil adalah melalui media konvensional di luar perkotaan. Pasalnya, literasi digital di daerah tidak setinggi di perkotaan.

"Pakai media konvensional, dengan spanduk, baliho silakan, terutama di daerah yang memang literasi internetnya tidak setinggi di perkotaan, jadi masih dibutuhkan metode itu," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menganjurkan kader Golkar untuk mulai mempromosikan diri dan membuat kegiatan positif agar viral. Apalagi, sebagian besar masyarakat di Jabar memiliki gawai dan bakal mencari jejak digital seseorang tokoh politik.

"Semua warga Jabar sudah memegang hape, dua juta pemilih baru akan meneliti track record jejak digital kita. Bapak ibu ada enggak namanya di Google, ada enggak fotonya sedang melakukan apa, di mana, itu pasti dicari," paparnya.

"Karena itu, dari sekarang mumpung masih ada waktu 11 atau 10 bulan, perbanyak kegiatan, viralkan. Yang disukai itu viral positif, yang ditakuti viral negatif. Karena itu viralkan kegiatan yang baik," tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya