Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Politik

Keistimewaan Prabowo Bisa Berkurang Jika PDIP Gabung Koalisi Besar

MINGGU, 09 APRIL 2023 | 13:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana pembentukan koalisi besar menarik perhatian publik. Belakangan muncul anggapan poros besar ini sengaja dibentuk untuk memuluskan Prabowo Subianto menjadi capres.

Namun, menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, langkah Prabowo akan terganjal jika PDIP turut bergabung dalam koalisi besar.

"Agak sedikit rumit kalau dalam koalisi besar ini PDIP jadi bergabung karena keistimewaan Prabowo mungkin akan sedikit berkurang," kata Adi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/4).


Alasannya, jika PDIP bergabung, maka suka tidak suka partai berlambang banteng moncong putih itu secara kepartaian akan jauh lebih kuat dibanding parpol lainnya.

"Apalagi misalnya PDIP mengusulkan nama besar seperti Ganjar untuk diusung sebagai capres, di mana Ganjar itu elektabilitasnya masih di atas Prabowo," jelasnya.

Adi Prayitno juga menyebut, sikap PDI Perjuangan asuhan Megawati Soekarnoputri yang mematok harga mati untuk posisi capres akan menjadi persoalan tersendiri.

"Dalam konteks inilah, Prabowo memang harus bernegosiasi secara alot dengan dengan PDIP ya," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya