Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Banyak Dikonsumsi Anak-anak, Rusia Siap-siap Larang Penjualan Rokok Elektrik

KAMIS, 06 APRIL 2023 | 13:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pembuat undang-undang di Rusia saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengatur larangan penjualan rokok elektronik dan produk nikotin lainnya untuk anak di bawah umur.

Keterangan itu disampaikan Ketua Duma Negara Bagian Vyacheslav Volodin pada Rabu (5/4), mengatakan itu dibuat untuk melindungi anak-anak di bawah umur dari produk rokok elektrik dan sejenisnya.

“Kami segera menyiapkan undang-undang untuk sepenuhnya melarang vaping untuk anak di bawah umur," kata Volodin seperti dikutip dari RT.


"Ini akan berlaku tidak hanya untuk vape yang mengandung nikotin, larangan sebagian yang sudah berlaku, tetapi untuk seluruh lini perangkat serupa. Serta larangan iklan dan penempatan di rak-rak toko,” ujarnya.

Volodin menyatakan bahwa majelis rendah parlemen kemungkinan akan menandatangani pembatasan rokok elektrik baru pada 11 April, setelah itu anggota parlemen juga berencana untuk memperkenalkan pajak yang meningkat secara signifikan pada produk vaping.

Namun, dia mencatat bahwa karena Rusia adalah bagian dari Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), yang mencakup Belarusia dan Kazakhstan, di mana rokok elektronik masih diizinkan, anggota parlemen harus menemukan cara yang legal untuk menaikkan harga vape.

Salah satu penulis inisiatif, Deputi Duma Sultan Khamzaev, mengatakan bahwa anggota parlemen akhirnya berencana untuk memberlakukan larangan vaping di Rusia. Dia berargumen perlu melakukan segala kemungkinan agar vape menghilang dari toko-toko dan kehilangan peminat karena harganya.

Khamzaev juga menyarankan untuk memperkenalkan tanggung jawab pidana atas penjualan rokok elektrik kepada anak di bawah umur terlepas dari kandungan nikotinnya, serta memberlakukan bea cukai yang “kejam”, larangan iklan total, dan kontrol penuh negara atas penjualan produk semacam itu.

Mereka yang kontra dengan inisiatif tersebut mengklaim bahwa larangan penuh rokok elektrik akan memaksa para konsumen vape Rusia beralih ke rokok tembakau yang lebih berbahaya dan mendorong terciptanya pasar gelap untuk produk tersebut.

Alexey Kurinny, wakil ketua Komite Duma Negara untuk Perlindungan Kesehatan, sebelumnya berargumen bahwa pelarangan produk vaping tidak akan efektif, dan seharusnya pemerintah mengambil tindakan pencegahan yang bersifat preventif.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya