Berita

Polisi berjaga di Richneck Elementary School di Newport News setelah peristiwa penembakan yang menhhebohkan/Net

Dunia

Guru Virginia yang Ditembak Bocah 6 Tahun Ajukan Gugatan 40 Juta Dolar AS kepada Pihak Sekolah

SELASA, 04 APRIL 2023 | 06:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi penembakan yang dilakukan siswa sekolah dasar di Virginia pada Januari lalu, berbuntut pada gugatan yang diluncurkan korban terhadap dewan sekolah.

Abigail Zwerner (25 tahun), guru kelas satu di Richneck Elementary School di Newport News, harus menjalani empat operasi setelah ditembak di dada dan tangan oleh siswanya yang berusia 6 tahun. Dua minggu lamanya dia terbaring dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain menderita fisik, Zwerner juga mengalami trauma.
Ia mengajukan gugatan dengan meminta ganti rugi sebesar 40 juta dolar AS. Ia menuduh bahwa administrator sekolah melakukan kelalaian besar karena telah mengabaikan beberapa peringatan pada hari penembakan, bahwa anak laki-laki itu memiliki senjata yang ia bawa dalam tasnya dan sedang dalam "suasana hati yang keras".

Ia mengajukan gugatan dengan meminta ganti rugi sebesar 40 juta dolar AS. Ia menuduh bahwa administrator sekolah melakukan kelalaian besar karena telah mengabaikan beberapa peringatan pada hari penembakan, bahwa anak laki-laki itu memiliki senjata yang ia bawa dalam tasnya dan sedang dalam "suasana hati yang keras".

Pengacara Zwerner mengatakan pada Senin (3/4) di acara "TODAY" NBC, bahwa pimpinan sekolah mengetahui setidaknya tiga peringatan terpisah bahwa bocah itu diyakini memiliki senjata dan beberapa siswa lain melaporkan melihatnya.

Gugatan tersebut ditujukan kepada dewan sekolah yang terdiri dari mantan Pengawas George Parker III, mantan kepala sekolah Richneck Briana Foster Newton dan mantan asisten kepala sekolah Richneck Ebony Parker.

Dalam gugatan itu, pengacara Zwerner mengatakan semua terdakwa mengetahui bahwa bocah itu "memiliki riwayat kekerasan" yang diperlihatkan di sekolah dan di rumah, tetapi para dewan mengabaikannya.

Saat berada di taman kanak-kanak di Richneck pada tahun ajaran 2021-2022, bocah itu kedapatan mencekik seorang guru dan dikeluarkan dari sekolah. Pada tahun ajaran yang sama, anak laki-laki itu juga menarik pakaian seorang siswi yang jatuh di taman bermain. Si bocah juga kerap mendapat teguran akibat polahnya yang meresahkan.

Bocah itu dipindahkan dari Richneck dan ditempatkan di institusi berbeda di distrik tersebut, tetapi kemudian diizinkan kembali lagi untuk tahun ajaran 2022-2023 dan masuk di kelas Zwerner.

Baru saja masuk, bocah itu telah melakukan kekerasan dengan mengejar siswa di sekitar taman bermain dengan ikat pinggang dalam upaya untuk mencambuk mereka. Pihak sekolah telah meminta orangtua si bocah untuk ikut bersekolah bersamanya setiap hari "karena kecenderungan kekerasannya".

"Kekhawatiran guru dengan perilaku John Doe secara teratur dibawa ke perhatian administrasi Sekolah Dasar Richneck, dan kekhawatiran itu selalu diabaikan," isi gugatan yang diajukan pengacara Zwerner.

Pada 4 Januari, dua hari sebelum penembakan, bocah itu mengambil ponsel Zwerner dan membantingnya ke tanah hingga hancur. Pada 6 Januari, anak laki-laki itu kembali ke Richneck, tetapi ibunya tidak tinggal bersamanya selama hari sekolah seperti yang diminta. Pihak sekolah juga lalai karena tidak menugaskannya sebagai pendamping anaknya selama belajar.

Siangnya, di hari itu, Zwerner menemui asisten kepala sekolah dan mengatakan bahwa siswa tersebut dalam kondisi yang mengerikan dengan menunjukkan sikap kerasnya, ditambah dengan laporan bahwa dua siswa lain melihat bocah itu membawa senjata api di dalam tasnya. Namun, pihak sekolah lagi-lagi mengabaikan laporannya.

Pada pukul 13.59, saat Zwerner duduk di kelasnya, anak laki-laki itu tiba-tiba muncul dan mengeluarkan pistol dan melepaskan tembakan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya