Berita

Poster yang dibawa oleh Forum Internasional untuk Sekuler Bangladesh (IFSB) saat melakukan aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung PBB, di Jenewa pada Sabtu, 25 Maret 2023/Net

Dunia

Bangladesh Teguh Desak PBB Deklarasikan 25 Maret sebagai Hari Genosida Sedunia

MINGGU, 26 MARET 2023 | 11:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bangladesh masih memperjuangkan agar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menetapkan 25 Maret sebagai Hari Genosida Sedunia. Ini untuk memperingati dan mengakui kejahatan genosida yang dilakukan militer Pakistan di Bangladesh pada tahun 1971.

Wakil Komisaris Tinggi Bangladesh, Andalib Elias mengatakan pihaknya akan terus menuntut PBB mengakui kejahatan genosida yang dilakukan Pakistan.

“Sejak 2017 lalu, kami telah mengamati hari ini sebagai hari genosida Bangladesh. Kami telah mengejar dua hal dari PBB, untuk mendeklarasikan ini sebagai hari genosida dan pengakuan atas apa yang terjadi di Bangladesh pada tahun 1971 sebagai genosida,” kata Andalib Elias, seperti dikutip ANI News.


Atas tragedi yang terjadi 52 tahun lalu itu, Forum Internasional untuk Sekuler Bangladesh (IFSB) di Swiss, dan 25 diaspora Dhaka dari Eropa bergabung menggelar demonstrasi di depan gedung PBB di Jenewa.

Para demonstran yang berkumpul di depan kantor PBB, mengutuk tentara Pakistan atas penyiksaan, pelecehan seksual, dan pembunuhan massal yang terjadi pada 1971 lalu.

"Pada hari ini (25 Maret) tahun 1971, tentara Pakistan menyerang orang tak bersenjata di tengah malam dan membunuh ribuan orang dan dalam sembilan bulan berikutnya, mereka membunuh sembilan juta orang di Bangladesh. Ini adalah salah satu genosida paling brutal yang pernah ada," kata wakil komisaris Bangladesh.

Meski peristiwa itu telah berlalu setengah abad yang lalu, namun PBB belum juga mendeklarasikan genosida yang dilakukan Pakistan, yang membuat aktivis dan pemerintah Bangladesh mengekspresikan kemarahannya pada peringatan kali ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya