Berita

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik/Net

Politik

PIALA DUNIA U-20

Rachland Nashidik: Menolak Israel Bukan Memusuhi Olahraga, tapi Cara Diplomatik 'Shaming'

SABTU, 25 MARET 2023 | 09:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penolakan kedatangan tim sepak bola Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia memiliki arti yang lebih luas dari sekadar urusan olahraga.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik menuturkan, penolakan kedatangan tim Israel bagian dari upaya Indonesia menegakkan keadilan untuk rakyat Palestina.
 
"Menolak tim bola nasional Israel bukan memusuhi olahraga, sastra, atau sains. Ini cara diplomatik berupa 'shaming' pada negara Israel dengan tujuan memberi penekanan pada tuntutan perikemanusiaan dan perikeadilan dari rakyat Palestina," tegas Rachland dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (25/3).


Pernyataan Rachland tersebut disampaikan untuk merespons cuitan budayawan Goenawan Mohamad. Dalam unggahannya, Goenawan sependapat jika perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina tidak bisa dibenarkan.

Namun bagi Goenawan, tidak semua hal dari Israel digeneralisasi dan harus ditolak.

"Perlakuan Israel terhadap minoritas Palestina patut diprotes. Tapi tak semua yang dari Israel -- sastra, olahraga, sains -- harus ditolak. Tak semua juga orang Israel termasuk yang aniaya," demikian tulisan Goenawan Mohamad yang direspons Rachland.

Pola Pikir Usang

Pekan lalu, pengamat hubungan negeri dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarf Hidayatullah, Teguh Santosa, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi pro-kontra yang berkembang terkait kehadiran timnas Israel di ajang Piala Dunia U-20.

Dia mengatakan, kehadiran timnas Israel tidak akan mengubah posisi Indonesia terhadap isu kemerdekaan dan pembebasan Palestina dari penjajahan dan pendudukan Israel yang masih berlangsung. Sikap menentang penjajahan di dunia masih menjadi kredo suci kemerdekaan Indonesia seperti tercantum di Pembukaan UUD 1945.

Di sisi lain, dia mengingatkan, Indonesia berkewajiban menjalankan tugas sebagai tuan rumah dan penyelenggara Piala Dunia U-20 dengan sebaik mungkin. Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 harus sukses seperti penyelenggaraan Asian Games 2018 yang lalu.

Teguh juga mengatakan, bukan bukan kali pertama delegasi Israel hadir dalam kegiatan internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Baik yang diketahui masyarakat maupun tidak.

Misalnya di bulan Maret tahun lalu ada empat politisi Israel yang hadir dalam pertemuan Inter-Parliament Union (IPU) di Bali. Kehadiran mereka tidak disambut gelombang protes.

Masyarakat Indonesia, menurut Teguh, harus mendorong lahirnya pendekatan-pendekatan baru dalam politik luar negeri Indonesia tanpa meninggalkan cita-cita luhur kemerdekaan bangsa dan negara.

“Kita jangan terjebak dalam pikiran-pikiran usang yang berangkat dari realita usang di masa lalu. Jangan sampai protes abadi kita atas penjajahan Israel terhadap Palestina diplintir oleh pihak-pihak yang tidak ingin kita maju menjadi kebencian atas agama dan ras tertentu. Ini tidak boleh terjadi,” kata Teguh yang pernah menjadi Ketua bidang Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah dan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dia juga menegaskan Indonesia agar terus berdiri kokoh di atas prinsip-prinsip dan national interest di tengah perubahan landscape politik global yang tengah terjadi. Namun di sisi lain jangan sampai melupakan ada banyak cara yang bisa dilakukan tanpa mengkhianati tujuan.

Teguh mencontohkan kemampuan Republik Rakyat China beberapa waktu belakangan ini tampil sebagai pihak yang berhasil mengelola berbagai kepentingan yang berkembang di tengah gejolak politik dunia. Misalnya dalam upaya perdamaian Arab Saudi dan Iran belakangan ini.

Terakhir, ia berharap masyarakat Indonesia agar memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Teguh juga mendorong PSSI yang kini dipimpin Erick Thohir agar bekerja bersungguh-sungguh menjadi penyelenggara yang membanggakan.

“Dan juga penting, kita harus mendorong agar timnas Indonesia nanti tampil sebaik mungkin, menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya