Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bakal Pasok 50 Miliar Meter Kubik Gas, Mega Proyek Pipa Power Siberia 2 Rusia-China Capai Kesepakatan Akhir

SABTU, 25 MARET 2023 | 08:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pembicaraan antara Moskow dan Beijing untuk membangun pipa gas alam Power of Siberia 2 dilaporkan telah mencapai tahap akhir.

Mengutip keterangan Wakil Perdana Menteri Aleksandr Novak, TASS melaporkan bahwa China dan Rusia berharap kesepakatan itu akan tercapai pada akhir tahun ini.

“Gazprom dan CNPC China sedang menyelesaikan kewajiban kontrak mereka. Sebuah studi kelayakan dan proyek jalur pipa melalui Mongolia sudah berjalan. Kami berharap, kami yakin, bahwa perusahaan kami akan mencapai kesepakatan dan menandatangani kontrak pada akhir tahun ini,” kata Novak.


Pipa Power of Siberia 2 diperkirakan akan memasok 50 miliar meter kubik gas Rusia ke China setiap tahun mulai tahun 2030 dan seterusnya.

Ditambah dengan pengiriman di sepanjang pipa Power of Siberia yang ada, yang sudah mulai beroperasi pada tahun 2019, pengiriman gas ke China dapat mencapai 100 miliar meter kubik per tahun.

Proyek energi Power of Siberia 2 adalah salah satu isu yang dibahas selama kunjungan resmi Presiden China Xi Jinping ke Moskow minggu ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dalam pertemuannya dengan pemimpin China pada Selasa bahwa hampir semua parameter perjanjian pipa gas baru telah disepakati.

Putin menekankan bahwa kerja sama energi antara kedua negara telah berkembang, dengan Rusia menjadi pemasok strategis minyak, gas, batu bara, dan listrik ke China.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya