Berita

Presiden China, Xi Jinping/Net

Global

Jebakan Utang China Hambat Reformasi Ekonomi Zambia

KAMIS, 23 MARET 2023 | 12:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah upaya Zambia menjalankan reformasi ekonomi yang disarankan Bank Dunia, tawaran proyek dan pinjaman dari China cenderung menghambat perkembangan tersebut.

Mengutip laporan ANI News pada Selasa (21/3), Zambia mulai aktif mengembangkan pembangunan infrastruktur tambahan melalui proyek Kerjasama Pemerintah-Swasta (Public-Private Partnership/PPP).

Karena terlilit hutang dan kekurangan modal, Zambia akhirnya membutuhkan dana tambahan eksternal untuk membangun infrastrukturnya.


China yang sangat tertarik dengan sumber daya alam negara-negara Afrika, menganggap ini sebagai peluang untuk membuat Zambia bergantung dan kemudian mengeruk sumber daya mereka.

Skema itu kerap dilakukan oleh China melalui China's Belt and Road Initiative (BRI), yang meskipun membantu banyak negara, tetapi hasil akhir menunjukkan adanya tumpukan utang yang dijadikan Beijing sebagai alat untuk memaksa negara Afrika menjual sumber daya alam mereka dengan harga rendah.

Baru-baru ini, konsorsium perusahaan China memenangkan tender untuk membiayai peningkatan jalan sepanjang 327 kilometer yang menghubungkan ibu kota Zambia, Lusaka, ke Ndola di Provinsi Copperbelt negara itu.

Konsorsium Macro Ocean Investment, yang terdiri dari tiga perusahaan China, yakni AVIC International Project Engineering, Grup Konstruksi Komunikasi Zhenjiang, dan Grup Ketujuh Kereta Api China, berhasil menyepakati kontrak PPP senilai  650 juta dolar AS atau Rp 9,8 triliun.

Kerja sama terbaru dengan China menambah kekhawatiran akan ketergantungan Zambia pada pinjaman Beijing.

Terlebih, China merupakan satu-satunya pemberi pinjaman terbesar Zambia. Per Desember 2021, pinjaman Beijing menyumbang lebih dari 6 miliar dolar AS atau Rp 90 triliun dari total 16,8 miliar dolar AS atau Rp 253 triliun utang milik negara.

Menurut Bank Dunia, Zambia berada dalam kesulitan utang dan sangat membutuhkan perlakuan utang yang mendalam dan komprehensif sesuai dengan kebijakan Bank Dunia bersama IMF Debt Sustainability Analysis (DSA). Kedua badan itu menyerukan keringanan utang sebesar 8,4 miliar dolar AS atau Rp 126 triliun pada 2022-25 dan keringanan tambahan hingga 2031.

Laporan African Daily menyarankan agar Zambil lebih berhati-hati dengan pinjaman eksternal, di tengah lilitan utang negaranya.

Dibanding mengambil risiko besar dari pinjaman China, laporan itu mendorong agar Zambia menerapkan reformasi ekonomi yang direkomendasikan oleh lembaga keuangan multilateral, sehingga dapat memiliki akses yang lebih besar ke dana konsesi dan menarik lebih banyak investasi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya