Berita

Representative Images/Net

Dunia

Berencana Bakar Al Quran di Wakefield, Paludan Kena Blokir Inggris

SELASA, 21 MARET 2023 | 16:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Politisi sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan, dilarang masuk ke wilayah Inggris setelah ia mengungkapkan rencana untuk pergi ke negara itu pada bulan Ramadhan.

Dalam video yang diunggah di Twitter, politisi kontroversial itu mengatakan bahwa ia berencana membakar Al Quran di lapangan, di Kota Wakefield, Inggris pada pekan ini.

Namun, menanggapi rencana itu, Menteri Keamanan Inggris Tom Tugendhat dengan sigap melarang perjalanannya. Ia mengatakan  tidak akan mengizinkan Paludan membakar Al Quran di negaranya.


"Rasmus Paludan dari Denmark-Swedia, pemimpin Partai Stram Kurs yang didirikan pada 2017, telah ditambahkan ke “indeks peringatan” dan akan dilarang memasuki Inggris," kata Tugendhat, dimuat The National pada Selasa (21/3).

Menurut menteri keamanan itu, perjalanan Paludan yang kerap kali menimbulkan kericuhan, karena sikap rasisnya dianggap akan membuat kondisi negaranya tidak kondusif.

Demi kepentingan publik, Tugendhat telah memberi tahu DPR terkait larangan masuk yang diberlakukan kepada Rasmus Paludan di negaranya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya